Pelajari Dunia Foto Sejak di Bangku Sekolah

KAMIS, 2 MARET 2017

LAMPUNG — Dunia fotografi yang sempat dianggap sebagai dunia yang sulit dan mahal dan terkesan rumit mendorong salah satu pemuda di Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan, Gunawan Wirdana, membuka kelas fotografi dengan nama VR Fotografi yang merupakan kelas bagi anak-anak pecinta dunia fotografi sekaligus anak-anak yang belum mengetahui dunia fotografi. Menurut pemuda kelahiran tahun 1983, lulusan salah satu perguruan tinggi dengan mengambil jurusan teknik komputer tersebut, kegiatan “melukis dengan cahaya” atau fotografi harus ditularkan kepada generasi muda yang saat ini lebih mudah dalam mengakses berbagai jenis gawai (gadget) kamera, baik melalui telepon pintar (smartphone), kamera digital maupun kamera jenis digital single-lens reflex (DSLR) yang mulai mudah diperoleh berbagai kalangan termasuk anak-anak.

Gunawan Wirdana.

Gunawan Wirdana, mengungkapkan, meski tinggal di pedesaan namun ia mengungkapkan ilmu tentang dunia fotografi harus ditularkan kepada anak-anak usia sekolah atau kaum muda untuk menggunakan kamera serta mempelajari dunia fotografi secara serius. Baik sebagai hobi atau bahkan bisa dijalankan secara profesional untuk pekerjaan menghasilkan uang. Sebagai langkah mewujudkan keinginannya  menularkan dunia fotografi laki-laki yang juga menyukai dunia literasi dan dikenal dengan armada pustaka bergerak “ontel pustaka” ini mulai membentuk kelas fotografi dengan nama VR Fotografi. Ide yang sudah lama digagasnya dan terealisasi sejak tahun 2016 tersebut bahkan dilakukannya dengan modal nekad dan nyaris tanpa kesiapan tempat hingga dirinya diizinkan menggunakan salah satu bangunan sekolah yang sudah tak digunakan untuk kelas fotografi.

“Seperti sebuah kelas kita juga membekali para murid dengan beberapa teknik dasar fotografi mulai teori mengenal sejarah fotografi, alat-alat fotografi, perkembangan dunia fotografi dan semua hal tentang fotografi disertai praktik lapangan. Tentunya agar bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di kelas,” terang Gunawan Wirdana, selaku penggagas kelas fotografi pedesaan dengan nama VR fotografi saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (2/3/2017).

Sejak awal berdiri ia mengaku, awalnya mempergunakan peralatan seadanya di antaranya kamera DSLR, kamera digital, kamera smartphone dan beberapa buku tentang dunia fotografi yang terlebih dahulu pernah dipelajarinya dan mengantarnya dalam bidang dunia fotografi profesional. Perlahan-lahan dari beberapa siswa yang sebagian berasal dari Kecamatan Sragi mulai bertambah hingga sekitar 16 siswa bahkan juga ada yang dari Kecamatan Palas.

Aktivitas diskusi.

Laki-laki kelahiran Mekar Mulya Kecamatan Palas yang kini tinggal di Desa Sukapura, Kecamatan Sragi tersebut juga mengungkapkan, membuka kelas fotografi agar anak-anak di wilayah pedesaan bisa mempelajari ilmu fotografi dengan baik dan bisa menjadi fotografer profesional kelak di kemudian hari.

Menempati sebuah kelas di bekas sekolah tingkat sekolah menengah pertama (SMP) yang sudah tak digunakan, ia mengaku, kelas fotografi VR dibukanya sepekan satu kali pada hari Jumat sore mengingat sebagian siswa yang ikut kelas fotografi didominasi oleh siswa sekolah yang juga memiliki aktivitas belajar di sekolah. Pengambilan nama VR fotografi sebagai sebutan untuk kelas fotografi diakuinya mengalir begitu saja meski nama VR sendiri menurutnya hanya sebuah sebutan. Sementara beberapa anggota menyebut VR sebagai singkatan dari vision reality atau melihat realitas yang terjadi di sekeliling atau lingkungan dengan pandangan atau mata lensa dalam hal ini kamera dan dunia fotografi.

“Proses pembekalan secara teori kita lakukan setiap Jumat sore, namun praktik lapangan bisa dilakukan setiap akhir pekan atau saat hari libur agar tidak mengganggu aktivitas belajar yang pokok di sekolah,” terang Gunawan Wirdana.

Sebagai sebuah komunitas kelas fotografi, sebagian besar siswanya juga ikut secara langsung terlibat dalam kegiatan menularkan dunia membaca bagi anak-anak di wilayah pedesaan yang dilakukan dengan membawa buku-buku ke pelosok-pelosok desa dengan sepeda ontel dan dikenal dengan “ontel pustaka”. Selain mempelajari dunia fotografi, aktivitas menularkan dunia membaca tersebut bahkan menjadi salah satu tema lomba yang dilakukan oleh anak-anak didiknya dalam kelas fotografi sekaligus mengasah kemampuan anak didiknya setelah memperoleh teori dunia fotografi.

“Secara kebetulan kelas fotografi juga aktif menjadi relawan armada pustaka bergerak dan saat keliling membawa buku mereka bisa memotret realita kehidupan masyarakat di pedesaan,” terang Gunawan Wirdana.

Ia juga mengajarkan filosofi dunia fotografi kepada murid muridnya untuk bisa menunjukkan kepada dunia luar realitas yang ada di sekitar terutama dalam bidang kemanusiaan sehingga selain menekuni dunia fotografi,siswa siswa kelas VR Fotografi juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial.

Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan di antaranya melakukan donasi ke kampung kampung di wilayah Sungai Way Sekampung dengan membawa pakaian layak pakai dan membawa buku buku bacaan. Selain itu dengan adanya bencana banjir di wilayah Kecamatan Sragi anak-anak kelas fotografi juga menjadi relawan menghibur dengan permainan dan membawa buku buku bacaan. Selain itu dengan memotret situasi dan kondisi korban banjir anak-anak kelas fotografi bisa memperlihatkan situasi terkini para pengungsi korban banjir yang bisa mengetuk hati para donatur.

Ia juga mengaku dengan mengasah kemampuan fotografi siswa siswa didiknya melalui berbagai perlombaan foto akan semakin meningkatkan kemampuan siswanya dalam dunia fotografi baik melalui foto maupun video. Selain memperkenalkan dunia fotografi kepada anak-anak muda di pedesaan, Gunawan Wirdana mengungkapkan, bisa mengajak anak-anak menyalurkan hobi yang positif salah satunya dunia fotografi. Gelaran lomba foto juga akan segera dilakukan untuk periode kedua dengan masih mengumpulkan sponsor dan tema lomba foto yang akan dilakukan VR Fotografi dalam waktu dekat ini.

Sejumlah anak kelas fotografi.

Salah satu peserta kelas VR Fotografi Vanka Anjani yang masih duduk di bangku sekolah tingkat atas mengaku mengikuti kelas fotografi untuk mengembangkan kemampuannya dalam dunia fotografi. Selain bisa mengasah kemampuannya dalam fofografi dengan kamera DSLR ia juga senang bisa bersosialisasi dengan kawan kawan pecinta dunia fotografi dan ikut menularkan budaya membaca di pedesaan.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...