JUMAT, 3 MARET 2017
BALIKPAPAN — Daya tarik wisata di Provinsi Kalimantan Timur, memiliki kekayaan alam dan budaya, sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Untuk wisata alam, Kaltim punya hutan, sungai, laut telaga, danau, air terjun, pantai dan goa. Dan, wisata budaya, Kaltim punya berbagai budaya seperti di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Erau dan Museum Kesultanan.
![]() |
| Salah-satu obyek wisata di Kaltim, Pesona Derawan di Kabupaten Berau Kaltim |
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Syafruddin Pernyata, menjelaskan, banyak wisata alam yang bisa dikunjungi wisatawan dan ini menjadi daya tarik bagi Kaltim. Misal, wisatawan ingin ke derawan melihat air laut yang jernih ke Berau, kemudian ingin lihat Mangrove datang ke Balikpapan. Ingin menyusuri sungai dan aktivitasnya ada di Samarinda. “Destinasi wisata itu tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus saling mendukung. Tidak dilihat melalui administratif pemerintahan, tapi promosi bersama,” katanya, Jumat (3/3/2017).
Saat ini, di Kabupaten Berau, ada destinasi baru yakni Teluk Sulaiman, Teluk Sumbang, air panas buatan, dan yang terbaru lagi Berau Hiu Tutul. Dan, sekarang ada di Balikpapan Rumah Warna-warni Teluk Seribu. “Destinasi-destinasi wisata yang ada ini harus saling mendukung, karena dampaknya akan banyak yang menikmati,” sebutnya.
Syafruddin mengaku kendala yang dihadapi dalam mengunjungi objek wisata itu masih infrastruktur. Padahal, keberadaan infrastruktur sangat penting untuk mendukung pariwisata. Namun, dengan kendala infrastruktur itu, pihaknya tetap optimis target kunjungan wisatawan dapat tercapai, mengingat daya tarik wisata di Kaltim sangat besar. “Target wisatawan nusantara tahun ini sekitar ima ratus ribu, sedangkan mancanegara lima puluh ribu wisatawan,” bebernya.
![]() |
| Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Syafruddin Pernyata |
Syafruddin menambahkan, tidak ada anggaran promosi destinasi karena promosi sudah dilakukan badan promosi. “Anggaran untuk Dinas Pariwisata tahun ini hanya sekitar empat miliar rupiah untuk seluruh program. Itu turun drastis karena kondisinya defisit,” tutupnya.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ferry Cahyanti
