Banjir Mulai Surut, Siswa Sekolah di Lampung Selatan Mulai Beraktivitas

JUMAT, 3 MARET 2017

LAMPUNG — Puluhan siswa tingkat dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Guppi 05, Dusun Umbul Besar, Desa Bandaragung, Kecamatan Srahi, Lampung Selatan, mulai beraktivitas seperti biasa di sekolah yang berdekatan dengan lokasi banjir akibat limpasan Sungai Way Sekampung, Jumat (3/3/2017).

Sejumlah siswa SD tampak berangkat ke sekolah seiring surutnya banjir.

Wali murid kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah  Guppi 05, Riski Dwi Nugraha, mengungkapkan, sebagian siswa sekolah tersebut sudah mulai melakukan aktivitas belajar-mengajar seperti biasa, dan sebagian siswa yang rumahnya terendam banjir tidak lagi tinggal di tenda-tenda pengungsian yang sebagian dibangun di atas tanggul penangkis Sungai Way Sekampung.

Menurut Riski, sejumlah siswa MI Guppi 05 tercatat tinggal di RT 02, RT 03 Dusun Umbul Besar yang terimbas banjir, dan selama rumahnya terendam air, mereka memilih tidur di rumah kerabat yang lebih aman, di antaranya di RT 05, yang menjadi lokasi berdirinya MI Guppi 05. Kini, setelah bisa beraktivitas belajar-mengajar, sebagian siswa juga mulai melakukan persiapan untuk menghadapi lomba tahunan antar madrasah di Kabupaten Lampung Selatan.

“Sebagian siswa sudah mulai melakukan aktivitas belajar seperti biasa, meski ada siswa yang berangkat ke sekolah harus menggunakan perahu yang masih disiapkan oleh pihak BPBD Lamsel, serta perahu tradisional,” terang Riski, saat mendampingi Kepala Sekolah MI Guppi 05, Herlina.

SD MI Guppi 05

Jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai 86 orang, dengan jumlah siswa per kelas rata-rata sebanyak 14 orang dengan 7 orang guru, termasuk kepala sekolah. Salah-satu siswa di MI Guppi 05, Adit, mengungkapkan, sejak rumahnya terendam banjir, ia mengungsi ke tenda darurat dan kadang tidur di rumah saudara yang tidak terimbas banjir. Selain siswa sekolah dasar, beberapa siswa sekolah menengah pertama juga telah bisa melakukan aktivitas sekolah di luar desa dengan melewati tanggul penangkis. Sebagian siswa yang rumahnya masih terendam banjir, terpaksa diantar-jemput oleh orangtua dengan melewati jalan yang masih terendam banjir selutut orang dewasa.

Sementara itu, penanggungjawab Posko Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, di bawah Puskesmas Rawat Inap Sragi, Ari Wibowo, menerangkan pada hari ke-9 pihaknya mencatat masih banyak masyarakat yang berobat dengan berbagai keluhan. Selain itu, posko kesehatan juga mencatat gangguan pencernaan yang dialami warga terdampak banjir di Dusun Umbul Besar di antaranya dominan gejala gastritis dan penyakit kulit (dhermatitis), masih mendominasi masyarakat yang masih tinggal di pengungsian.

Posko kesehatan mencatat, hingga hari ke-10 musibah banjir di wilayah Dusun Umbul Besar, 400 warga datang berobat, terhitung sejak hari pertama pasca banjir, dengan rata-rata 40 orang per hari. Sementara itu guna mencegah berjangkitknya penyakit diare akibat kondisi air yang tidak bersih, Posko Kesehatan mengimbau masyarakat agar datang ke Puskesmas Pembantu (Putu) Sragi, yang siap melayani masyarakat di Desa Bandaragung.

Riski Dwi Nugraha

Pantauan Cendana News sebagian masyarakat mulai mengangkut dan mengembalikan barang-barang berharga dan barang elektronik menggunakan perahu. Tenda-tenda darurat juga mulai dibongkar, meski tenda milik BPBD Lampung Selatan dan Posko Kesehatan Dinas Kesehatan Lampung Selatan masih tetap bersiaga di lokasi banjir Dusun Umbul Besar.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...