KAMIS, 23 FEBRUARI 2017
KEEROM — Satu pucuk senjata api laras pendek rakitan, beserta tiga butir amunisi kaliber 9 milimeter dan 200 gram ganja kering, disita aparat TNI AD penjaga perbatasan Republik Indonesia – Papua New Guinea (PNG), dari dalam rumah yang telah lama kosong, milik Dinas Kehutanan, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.
| Anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS melakukan penyisiran di dalam rumah milik Dinas Kehutanan Keerom |
Salah seorang warga Kampung Kriko, Distrik Arso Timur, saksi dan juga tukang sensor kayu, Operinus, mengaku di rumah dinas kosong tersebut tak jarang dimasuki beberapa orang dengan membawa tas ranakel kecil, dan di sekitar rumah nampak kotor dipenuhi puntung-puntung rokok. “Setiap saya mau masuk hutan, pasti melalui rumah itu. Rumah itu tidak terawat, karena kosong, tapi sesekali saya melihat ada orang-orang dalam rumah, tidak tahu masuk lewat pintu mana,” kata Opin, Kamis (23/02/2017).
Menyikapi laporan warga tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 122 Tombak Sakti menggelar razia di depan pos yang menghubungkan Kampung Pitewi dan Kampung Scofro. “Saat razia selama satu jam lebih, kami tak menemukan orang yang dicurigai sering keluar masuk rumah kosong itu. Info yang kami dapat mereka sering melalui jalan ini,” kata Komandan Kompi C, Satgas Pamtas Yonif 122/TS, Kapten Infanteri Boimin.
| Senpi laras pendek rakitan dan 3 butir amunisi 9 MM yang diamankan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS |
Namun, sekitar 4 jam kemudian saat timnya makukan patroli dan melintasi rumah tersebut, sekitar 1 kilo meter sebelum Kampung Kriko, lanjut Boimin, ia dan anggotanya melihat beberapa orang di sekitar rumah kosong itu. Saat disapa oleh anggota, mereka justru kabur melalui pintu belakang rumah. “Sudah diperingatkan untuk berhenti, tapi mereka tetap lari melalui pintu belakang rumah menuju hutan,” ujarnya.
Lalu, setelah Boimin bersama beberapa anggota memasuki rumah tersebut, didapati senjata api laras pendek dengan 3 butir amunisi caliber 9 MM, ganja kering seberat 200 gram dan terdapat beberapa botol minuman alkohol bermerk. “Barang-barang ini kami jadikan bukti dan akan kami laporkan ke pimpinan,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Komandan Satgas Pamtas Yonif 122/TS, Mayor Infanteri Sigit Sugiharto, mengaku bangga dengan yang telah dilakukan oleh anggotanya di wilayah Keerom yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, PNG. “Saya bangga atas prestasi mereka, dan kami sudah perintahkan kepada Pasi Intel untuk segera menyerahkan seluruh barang bukti ini kepada satuan atas untuk ditindak-lanjuti lebih lanjut,” kata Sigit.
| Ganja kering yang telah diamankan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS |
Kepala Seksi Intelijen Korem 172 Praja Wira Yhakti, Kapten Infanteri John Dahar, juga mengucapkan selamat atas penemuan tersebut. Ia mewakili Komandan Kolakops Korem 172/PWY tetap berharap pembinaan teritorial terus ditingkatkan. “Saya mewakili Dan Kolakops Rem 172/PWY berharap, Satgas tetap menjalin dan meningkatkan pembinaan teritorial kepada masyarakat binaan di sekitar pos, serta jangan lupa untuk selalu waspada,” kata John Dahar.
Sigit pun kemudian berpesan kepada jajarannya, agar selalu meningkatkan profesionalisme dan kewaspadaan dalam melaksanakan setiap tugas. “Tetap waspada, profesional dalam bertugas sampai akhir penugasan nanti dan bisa kembali di Home Base dengan penuh kebanggaan,” kata Sigit.
Sejauh ini, banyak prestasi yang diraih Batalyon asal Pematang Siantar Medan tersebut, baik dalam bidang teritorial maupun dalam hal mengatasi kegiatan-kegiatan ilegal di perbatasan RI-PNG. Walaupun dalam perjalanannya sebelum akhir tugas, Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS telah berganti satu kali dari Letkol Inf Kohir kepada Mayor Inf Sigit Sugiharto.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Indrayadi T Hatta