Warga Mantrijeron Kota Yogyakarta Tanam Pohon Surga dari Arab

SABTU, 7 JANUARI 2017

YOGYAKARTA — Memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumahnya, seorang pemuda, Paras Wikan Riptadi (31), warga Suryowijayan RT 2, RW 1, Gedongkiwo, Mantrijeron Yogyakarta, berhasil membudidayakan pohon Tin di dalam pot. Usaha budidaya itu dilakukannya sejak dua tahun terakhir dengan cara mencangkok. Berawal dari sekedar hobi, kini ia pun mampu mendapat penghasilan tambahan.
Paras Wikan Riptadi (31) dan pohon Tin miliknya.
Wikan mengaku memulai usaha budidaya pohon Tin sejak sekitar tahun 2014, lalu. Semula, ia mengaku hanya penasaran dengam pohon Tin yang konon merupakan pohon surga, karena disebut di dalan Al-Quran. Dari situlah ia mulai membeli bibit pohon Tin dan menanamnya di pekarangan rumahnya. “Awalnya cuma penasaran. Lalu, mulai coba-coba menanam,” ujarnya kepada Cendana News, Sabtu (08/01/2017).
Wikan mengaku sejak awal memang memiliki hobi memelihara tanaman. Ia mulai mencari informasi cara budidaya pohon Tin atau pohon Ara itu lewat internet maupun media sosial. Berbekal informasi yang didapat, Wikan lantas mempraktekkannya di pekarangan sempit rumahnya. “Awalnya sempat gagal berkali-kali. Tidak mau tumbuh apalagi berbuah. Bahkan, ada yang mati. Sampai-sampai saya sempat bosan dan berhenti,” tuturnya.
Namun, berkat ketekunan dan keseriusannya dan kembali mencoba, Wikan pun mulai menemukan cara yang tepat menanam pohon Tin di dalam pot. Dari situlah, pohon tin miliknya mulai berkembang. Selain bertambah banyak, pohon tin miliknya juga semakin bervariasi dari sisi jenisnya.
“Kuncinya itu media tanam harus tepat. Karena ini kan ditanam di dalam pot. Jadi, harus benar-benar sesuai kebutuhan tanaman. Apalagi pohon Tin ini asalnya dari Arab, yang iklim dan cuacanya sangat berbeda dengan Indonesia,” jelasnya.
Wikan sendiri mengaku mendapat pundi-pundi rupiah dari hasil menjual bibit cangkokan pohon Tin yang dijualnya lewat media online. Ia juga mengaku menjual bibit pohon Tin hasil cangkokannya dengan cara menitipkannya di pasar. Harga bibit pohon Tin dari hasil cangkokan sendiri dikatakan sangat bervariasi tergantung jenisnya.
“Untuk jenis seperti Green Jordan atau Brown Turki itu, satu bibit sekitar tiga puluh lima hingga lima puluh ribu rupiah. Sedangkan untuk jenis-jenis seperti Hardy Chicago, Blue Giant atau Panache Tiger bisa sampai seratus hingga seratus lima puluh ribu rupiah” jelasnya.

Sejak muncul sekitar tahun 2010 silam, tanaman pohon Tin memang mulai banyak dibudidayakan, karena tingginya permintaan di pasaran. Hinggga kini pun, prospek budidaya pohon Tin masih sangat bagus. Salah-satu kelemahan budidaya pohon Tin, menurut Wikan, adalah harga yang masih belum stabil. Khususnya, untuk pohon Tin dengan jenis varian terbaru yang baru masuk ke Indonesia.

“Mayoritas pohon Tin ini kan diimpor dari luar negeri. Jadi, ketika ada jenis varian baru, di awal-awal itu harganya sangat mahal, bisa mencapai jutaan. Namun selang beberapa bulan harganya semakin turun, karena semakin banyak yang membudidayakan,” jelasnya.

Selain sebagai upaya penghijauan serta memanfaatkan lahan sempit, usaha budidaya pohon Tin juga dapat menjadi hobi yang mengasyikan. Lebih dari itu, budidaya pohon Tin secara ekonomi juga sangat menguntungkan.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Editor : Koko Triarko / Foto : Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...