![]() |
| Paras Wikan Riptadi (31) dan pohon Tin miliknya. |
Sejak muncul sekitar tahun 2010 silam, tanaman pohon Tin memang mulai banyak dibudidayakan, karena tingginya permintaan di pasaran. Hinggga kini pun, prospek budidaya pohon Tin masih sangat bagus. Salah-satu kelemahan budidaya pohon Tin, menurut Wikan, adalah harga yang masih belum stabil. Khususnya, untuk pohon Tin dengan jenis varian terbaru yang baru masuk ke Indonesia.
“Mayoritas pohon Tin ini kan diimpor dari luar negeri. Jadi, ketika ada jenis varian baru, di awal-awal itu harganya sangat mahal, bisa mencapai jutaan. Namun selang beberapa bulan harganya semakin turun, karena semakin banyak yang membudidayakan,” jelasnya.
Selain sebagai upaya penghijauan serta memanfaatkan lahan sempit, usaha budidaya pohon Tin juga dapat menjadi hobi yang mengasyikan. Lebih dari itu, budidaya pohon Tin secara ekonomi juga sangat menguntungkan.
Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Editor : Koko Triarko / Foto : Jatmika H Kusmargana