Tingkatkan Kunjungan Wisata, Warga Kelawi Percantik Penginapan

SABTU, 7 JANUARI 2017

LAMPUNG — Fasilitas penginapan (homestay) bagi para wisatawan di Pantai Minangruwah, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, terus ditingkatkan oleh masyarakat pemilik rumah di desa tersebut. Salah-satu warga Dusun Minangruah, Solehan (50), mengaku rumah sederhana yang dimilikinya sering menjadi rumah singgah bagi wisatawan yang berkunjung dan bermalam di Pantai Minangruah. Sebagai upaya menarik para pengunjung, ia pun mempercantik rumah tradisionalnya yang terbuat dari kayu dan geribik bambu tersebut.
Solehan membuat kerajina kayu.
Solehan mempercantik tampilan rumah yang digunakan sebagai homestay dengan mengecatnya dengan pelitur, sehingga warna alami rumah kayu dan bambu yang dimilikinya terlihat artistik dan menarik. Hal demikian dilakukan agar semakin bisa menarik wisawatan untuk singgah dan menyewa rumahnya tersebut. Sebelumnya, rumah Solehan sudah sering disinggahi wisatawan dengan harga sewa Rp. 150.000 per hari. Selain lokasinya berjarak hanya 50 meter dari pantai, homestay milik Solehan juga bisa digunakan untuk melihat Gunung Krakatau saat kondisi cuaca baik tanpa kabut.
“Saya kebetulan sudah melakukan kunjungan ke Bali dan juga tempat wisata lain di Banten, sehingga saya menerapkan di sini dan didukung anak saya yang bekerja di dekat tempat wisata,” terang Solehan, saat ditemui Cendana News, Sabtu (7/1/2016).
Sebagai tempat homestay yang juga menyatu dengan rumah pribadinya, saat ini sudah disiapkan sebanyak tiga kamar khusus yang untuk menginap dan sebagian bisa menginap di ruang tamu yang digunakan untuk lesehan. Meskipun masih terbuat dari bangunan geribik dan papan, namun saat ini sudah cukup menarik bagi para wisatawan.
Rumah warga dipercantik untuk digunakan sebagai homestay di kawasan Pantai Minangruwah.
Guna menarik minat wisatawan, Solehan pun juga membuat kerajinan dari kayu-kayu bekas yang terdampar di pantai dan masih bisa dimanfaatkan untuk hiasan kamar tamu yang bisa dijual kepada para wisatawan. Kerajinan kayu tersebut dibentuk menjadi hiasan meja yang dipercantik dengan pelitur, yang dicatkan menggunakan sistem semprot kompresor.
“Sebagian sudah dibeli wisatawan, dan saya jual dengan harga terjangkau, karena saya membuatnya dari bahan bekas, dan bisa menarik wisatawan untuk menginap di homestay yang saya kelola,” ungkapnya.
Selain Solehan, warga lain yang mengembangkan homestay di Dusun Minangruah yang berada di dekat pantai adalah Miang (35), yang membangun homestay permanen dengan jumlah empat kamar berlantai dua. Lokasi homestay yang berada di dekat pantai berjarak 10 meter tersebut kini juga sedang dalam pengembangan dengan fasilitas kamar mandi serta fasilitas lain yang diperlukan bagi para wisatawan.
Pengembangan kawasan wisata didukung keberadaan homestay, menurut Miang dilakukan setelah jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat sejak 2016 hingga awal 2017 ini yang mencapai angka 1.000 wisatawan.
Selain bisa menikmati keindahan alam pesisir Pantai Minangruah, wisatawan juga bisa melakukan kunjungan ke destinasi wisata Pantai Batu Lapis, Pulau Mengkudu, Pulau Sekepol serta Pantai Blebug yang bisa dijangkau dengan menggunakan perahu sewaan. Selain pengembangan homestay, sebagian warga juga mulai melakukan upaya penyadaran wisata dengan membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan sebagian melakukan usaha penyediaan kebutuhan wisatawan seperti warung makan, penyewaan perahu dan penyewaan ban untuk wisata air.
Lokasi Pantai Minangruah bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat sekitar 15 menit dengan jarak sekitar tiga kilometer dari Pelabuhan Bakauheni. Selain Pantai Minangruah, beberapa spot wisata lain di antaranya Pantai Batu Alip serta spot-spot memancing yang berada di tepi-tepi tebing.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Koko Triarko / Foto : Henk Widi

Lihat juga...