Ini Rahasia Menanam Pohon Surga Agar Cepat Berbuah

SABTU, 7 JANUARI 2017

YOGYAKARTA — Sejak muncul sekitar tahun 2010 di Indonesia, penghobi pohon Tin atau pohon Ara memang terus meningkat jumlahnya hingga sekarang. Selain dapat menjadi sumber penghasilan tambahan, menanam atau membudidayakan pohon Tin juga bisa menjadi sebuah hobi yang menghasilkan, karena dapat secara langsung menikmati buahnya.
Paras Wikan Riptadi.
Meski tergolong mudah dipelihara, tak jarang sejumah penghobi gagal menanam pohon surga ini. Hal itu umumnya terjadi karena penghobi tak memiliki ilmu atau pengetahuan yang cukup tentang cara menanam pohon Tin. Tak jarang, meski telah berbulan-bulan menanam, buah Tin yang ditunggu-tunggu pun tak juga muncul.
Salah seorang pembudidaya pohon tin, Paras Wikan Riptadi (31) warga Suryowijayan RT 2 RW 1 Gedongkiwo, Mantrijeron Yogyakarta, menuturkan, kunci menanam pohon Tin di dalam pot adalah media tanam yang tepat. Karakter pohon Tin yang lebih menyukai sorotan sinar matahari, tak bisa tumbuh subur pada media yang basah atau terlalu lembab.

Baca Juga: Warga Mantrijeron Kota Yogyakarta Tanam Pohon Surga dari Arab

“Media tanam yang bagus untuk pohon Tin terdiri dari tiga komposisi. Yakni sekam mentah, pupuk kandang dan pupuk kompos. Perbandingannya 3: 2 :1. Tak perlu media tanah,” ujarnya, kepada Cendana News, Sabtu (07/01/2017).
Apabila bibit pohon Tin yang ditanam merupakan hasil cangkokan, maka penjemuran di bawah sinar matahari harus dilakukan secara bertahap. Hal ini perlu dilakukan agar pohon tidak layu, karena di awal pencangkokan akar pohon Tin belum cukup kuat menyerap unsur hara yang terdapat di media tanam.
“Satu minggu pertama itu sebaiknya ditaruh di tempat yang teduh. Setelah itu sesekali dipindahkan di bawah sinar matahari. Namun, jangan terlalu lama. Setelah usia satu bulan baru bisa ditempatkan di bawah sinar matahari secara penuh dari siang hingga sore,”  jelasnya.
Perawatan sehari-hari pohon Tin dikatakan juga tidak sulit. Cukup disiram sesekali saat media tanah mulai kering. Akan lebih bagus lagi jika pohon Tin disiram menggunakan air cucian beras. Setelah beberapa bulan media tanam juga harus diganti dengan yang baru, agar unsur hara yang telah habis dapat tergantikan. Salah-satu hal yang juga harus diperhatikan adalah hama. Media pada pohon Tin tidak boleh terdapat cacing, sehingga harus segera diambil.
“Pencangkokan bisa dilakukan dalam waktu tiga minggu. Dari bibit cangkokan dengan panjang sekitar dua puluh centimeter, akan bisa berbuah dalam waktu tiga hingga enam bulan saat pohon sudah setinggi satu meter,” katanya.
Pohon Tin memiliki berbagai macam jenis. Antara lain, Hardy Chicago dengan harga bibit cangkokan Rp. 120.000, Blue Giant Rp. 100.000, LSU Purple Rp. 115.000, Noire Decaromb Rp. 125.000, Green Jordan Rp. 35.000, Brwon Turki Rp. 50.000, Flader Rp. 80.000, Black Esia Rp. 125.000 dan Panache Tiger Rp. 150. 000.
“Manfaat buah Tin sangat banyak. Baik buah atau daunnya. Di antaranya mengandung kalsium tinggi untuk mencegah osteoporosis dan membantu meningkatkan kepadatan tulang. Juga ada kalium, omega tiga dan omega enam yang berfungsi menjaga tekanan darah tinggi dan serangan jantung koroner. Kandungan coumarin dalam buah Tin juga dapat mengurangi resiko kanker prostat. Bahkan daunnya juga memiliki manfaat untuk obat kencing batu, diabetes, dan asam urat,” pungkasnya.  

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Editor : Koko Triarko / Foto : Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...