Mabes Polri Sesalkan Insiden Penikaman Brutal dan Sadis di NTT, Bantul dan Bandung

RABU 14 DESEMBER 2016

JAKARTA—Terkait dengan adanya peristiwa penyerangan atau penikaman dengan menggunakan senjata tajam yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut sangat disesalkan oleh pihak Mabes Polri. Peristiwa memilukan tersebut terjadi kemarin, Selasa (13/12:2016) di beberapa lokasi yang berbeda yaitu di NTT, Bandung dan di Bantul pada Senin (12/12/2016) sehari sebelumnya juga membuat Mabes Polri prihatin.
Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol. Martinus Sitompul .
Mabes Polri langsung bereaksi dan memerintahkan kepada jajaran kepolisian khususnya yang ada di daerah seperti Polda, Polres dan Polsek untuk segera bertindak tegas dan memberikan atensi khusus terhadap kejahatan konvensional atau kejahatan jalanan agar kejadian peristiwa seperti penikaman atau penusukan dengan menggunakan senjata tajam tersebut tidak terulang lagi di masa mendatang.
Demikian pernyataan resmi yang disampaikan secara langsung oleh Kombes Pol. Martinus Sitompul, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri kepada wartawan di Mabes Polri saat ditanya terkait dengan perkembangan terakhir kejadian atau penusukan dan penikaman yang terjadi di wilayah NTT, Bantul dan Bandung tersebut.
“Mabes Polri sangat menyesalkan dan prihatin terkait dengan adanya peristiwa penikaman dan penusukan yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut yang terjadi di wilayah NTT, Bandung dan Bantul, Mabes Polri tentunya berharap mudah-mudahan kedepannya tidak akan ada lagi kejadian atau peristiwa semacam ini” kata Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol. Martinus Sitompul     kepada wartawan Mabes Polri Jakarta, Rabu (14/12:2016).
Sementara itu, Mabes Polri juga memberikan pusat informasi atau perkembangan terkini terkait dengan adanya peristiwa atau kejadian penikaman dan penusukan yang terjadi di NTT, Bantul dan Bandung hingga hari ini, Rabu (14/12/2016), secara umum sudah berangsur-angsur semakin kondusif dan membaik. Polisi masih memfokuskan  atau memprioritaskan kepada penanganan korban yang mengalami luka-luka, sedangkan korban yang meninggal dunia informasinya langsung dimakamkan.
Informasi terkini yang berhasil dihimpun Cendana News dari Mabes Polri, hingga saat ini 7 orang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sabu Barat, Kecamatan Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas setempat. Sementara itu terduga pelaku penyerangan yang belakangan diketahui bernama Irwan (32) kemarin sore dilaporkan telah meninggal dunia akibat dikeroyok massa yang marah kepada pelaku yang sebelumnya telah melakukan penikaman dengan menggunakan senjata tajam sejenis pisau kepada sejumlah siswa tersebut.
Sedangkan Muhammad Aziz (19) yang belakangan diketahui sebagai pelaku tunggal peristiwa penusukan atau penikaman yang terjadi kemarin malam di Kota Bandung hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. Muhammad Aziz mengalami luka-luka akibat dikeroyok atau dihakimi massa yang marah setelah dirinya menikam dan menusuk 8 orang yang kebetulan melintas. Sedangkan 8 orang korban penusukan atau penikaman sebagian masih ada yang dirawat di Rumah Sakit (RS) setempat.
Sementara itu, seorang korban dinyatakan telah meninggal dunia akibat penyerangan atau penusukan orang tak dikenal yang terjadi di Bantul, Yogyakarta, yaitu bernama Adnan Wirawan Ardiyanta (16) tadi malam sekitar pukul 19:00 WIB. Korban sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta karena mengalami luka tusuk pada bagian perutnya tembus mengenai organ ginjalnya. Informasnya korban sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.
Jurnalis: Eko Suletyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...