LAMPUNG—Aktivitas perusahaan penambangan batu yang menggunakan bahan peledak menyebabkan keresahan warga yang sebagian tinggal di area di lokasi pertambangan PT Cahaya Batu Mulya (CBM) Dusun Muaratiga Desa Bandardalam Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan. Akibat penggunaan bahan peledak tersebut menurut salah satu warga Dusun Muaratiga Ahmad (34) berakibat gangguan bagi lahan pertanian yang mereka miliki di antaranya ditanami jagung serta beberapa tanaman pertanian lain.
Aktivitas peledakan,
Ahmad bahkan mengungkapkan akibat aktivitas perataan bukit dengan menggunakan bahan peledak untuk memecahkan urat urat batu berukuran besar mengakibatkan percikan kerikil terlontar ke lahan pertanian warga belum ditambah debu yang beterbangan mengganggu pernapasan. Ahmad menegaskan aktifvitas perusahaan yang sudah berlangsung hampir selama tujuh tahun tersebut juga dianggap mengganggu kenyamanan masyarakat terutama polusi suara dan debu.
Warga bahkan menuntut agar perusahaan memberikan kompensasi ke masyarakat yang terimbas akan adanya aktivitas perusahaan penambangan batu tersebut meski hingga kini belum ada langkah konkrit terkait pemberian kompensasi kepada masyarakat atau dalam bentuk corporate social responsibility (CSR) apapun itu bentuknya.
“Silakan saja mereka beroperasi dan menanamkan investasinya di desa kami namun dengan penggunaan bahan peledak yang saat dioperasikan menimbulkan gangguan bagi warga, lahan pertanian seharusnya pihak perusahaan bisa ikut memperhatikan masyarakat,”terang Ahmad saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (14/12/2016).
Keluhan masyarakat tersebut menurut Ahmad telah disampaikan masyarakat baik secara langsung serta melalui aparat desa saat kepala desa yang diwakili oleh Suyadi selaku kepala desa Bandardalam. Menurutnya keluhan warga yang berada di dekat area terdampak pertambangan dan terimbas akibat beroperasinya perusahaan tersebut telah disampaikan ke pihak perusahaan namun belum ada kepastian terkait kompensasi pada proses peldakan (blasting) yang mengakibatkan masyarakat mengalami ketidaknyamanan.
“Kita sudah sampaikan keluhan masyarakat kepada perusahaan terkait aktivitas pertambangan tersebut terutama yang menggunakan bahan peledak karena mengganggu kenyamanan,”ungkap Suyadi.
Menyitir pernyataan dari petugas Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Lampung Selatan yang enggan disebut namanya, Suyadi mengungkapkan perusahaan hanya meminta kepada petugas Distamben untuk bisa mengkondisikan masyarakat. Meski demikian bentuk pengkondisian masyarakat tersebut tidak jelas dalam hal seperti apa terkait dengan aktivitas perusahaan tersebut apakah pemberian CSR atau dalam bentuk lain. Warga bahkan tidak mempersoalkan sikap perusahaan tersebut sehingga aktivitas perusahaan dengan melakukan proses peledakan tetap berlanjut.
Ketika Cendana News hendak melakukan konfirmasi polemik yang berkembang di masyarakat terkait aktivitas penambangan dengan menggunakan bahan peledak tersebut, pihak security perusahaan menyatakan manager PT CBM, Seno, sedang tidak ada di tempat yang dibenarkan oleh security perusahaan PT SBL yang merupakan induk dari PT CBM tersebut.
Aktivitas peledakan yang dilakukan untuk meratakan lahan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) juga sempat dikeluhkan oleh warga Desa Kelawi, Kampung Jering, Cimalaya serta beberapa rumah warga yang berada di dekat titik peledakan. Selain bagi warga dampak aktivitas peledakan juga dirasakan pengguna jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang harus berhenti selama proses peledakan berlangsung.
Aktivitas peledakan bahkan sempat mengakibatkan keretakan pada bagian rumah diantaranya dinding serta bagian bangunan yang ditempati. Meski demikian pihak PT Dahana selaku pelaksana peledakan (blasting) memberikan kompensasi dengan melakukan penggantian biaya rehab rumah.
Selain memberikan bantuan rehab rumah yang retak retak dengan memberikan bantuan semen, material bangunan, beberapa tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) juga diberikan dengan memberikan bantuan untuk pembangunan masjid milik masyarakat. Selain pembangunan rumah ibadah sebagian warga juga mendapat bantuan untuk pembuatan jalan yang lebih bagus berupa rigid dan juga sumur bor meski pemberian bantuan sumur bor hingga saat ini di Desa Kelawi menurut warga belum direalisasikan.