Dirut Perum Bulog Dihadirkan Sebagai Saksi Persidangan Irman Gusman

SELASA 20 DESEMBER 2016

JAKARTA—Persidangan lanjutan dalam kasus perkara dugaan suap dengan terdakwa Irman Gusman  yang sebelumnya diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia saat ini sedang berlangsung di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 2, Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa sore (20/12/2016).
Djarot Kusumayakti (berkaca mata) sedang duduk di ruang persidangan PN Jakarta Pusat.
Berdasarkan pantauan langsung Cendana News dari Gedung PN Jakarta Pusat, persidangan pada awalnya seharusnya dijadwalkan mulai pukul 14:00 WIB, namun ternyata molor dan baru dimulai pada sekitar pukul 16:00 WIB. Sementara itu terdakwa kasus perkara penerimaan dugaan suap Irman Gusman tampak terlihat memasuki ruangan persidangan dengan didampingi pengacara sekaligus penasehat hukumnya.
Dalam persidangan dengan terdakwa Irman Gusman kali ini setidaknya ada 4 orang saksi yang dihadirkan dalam , dimana salah satu saksi yang dihadirkan adalah Direktur Utama Perum Bulog yaitu Djarot Kusumayakti. Belakangan diketahui bahwa nama Djarot Kusumayakti sempat disebut-sebut namanya dalam persidangan kasus perkara suap dengan terdakwa Irman Gusman dan pengusaha Xaveriandy Susanto bersama istrinya Memi.
Hingga berita ini ditulis, Djarot Kusumayakti yang sampai saat ini masih menjabat sebagai Direktur Utama Perum Bulog tampak terlihat sedang duduk di kursi sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Irman Gusman. Djarot Kusumayakti sebelumnya mengakui bahwa dirinya sempat beberapa kali dihubungi terkait dengan alokasi kuota impor beras untuk Provinsi Sumatera Barat.
“Kedatangan saya ke sini sebagai saksi untuk terdakwa Irman Gusman dalam kasus perkara dugaan suap 100 juta rupiah, saya mengakui beberapa kali sempat dihubungi terkait dengan alokasi kuota impor gula untuk Provinsi Sumatera Barat, namun saya tidak tahu menahu masalah kasus dugaan perkara yang menimpa Irman Gusman, Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi yang sebelumnya ditangkap dan diamankan pihak KPK,”  kata Gatot Kusumayakti, Direktur Utama Perum Bulog kepada wartawan di Jakarta, Selasa sore (20/12/2016).
Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...