SELASA, 6 DESEMBER 2016
OLEH HENK WIDI
LAMPUNG—Cuaca buruk di wilayah Lampung dengan dampak robohnya ratusan pohon di sejumlah wilayah mengakibatkan kerugian material bagi masyarakat. Beberapa pohon yang roboh hingga akar dan menimpa rumah warga bahkan mengakibatkan jaringan listrik terganggu akibat pohon roboh menimpa jaringan kabel listrik PT PLN. Kondisi cuaca ekstrem dengan dominan cuaca hujan dan berangin mengakibatkan sebuah bangunan di lingkungan sekolah dasar tepatnya di SDN 1 Pasuruan tertimpa pohon jabon setinggi sepuluh meter dan menghancurkan asbes bangunan sekolah tersebut. Menurut pekerja yang memotong kayu jabon di SDN 2 Pasuruan, Susilo, akibat robohnya pohon jabon, sebanyak 5 buah atap asbes hancur tepat menghantam bangunan dapur milik penjaga sekolah dan kamar mandi. Meski beruntung kejadian tersebut tidak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar karena sebagian siswa dan guru sudah pulang.
![]() |
| Sumarno, petugas pemeliharaan PLN Kalianda, melakukan perbaikan jaringan listrik akibat tertimpa pohon. |
Susilo mengaku, proses pemotongan pohon jabon yang roboh tersebut menggunakan gergaji mesin karena diameter kayu yang cukup besar mencapai 50 centimeter tidak bisa dipotong menggunakan gergaji biasa. Selain pohon yang sudah roboh tersebut beberapa pohon jabon yang ada di area sekolah pun ikut ditebang untuk menghindari kemungkinan roboh terutama sebagian pohon jabon yang ditanam berada di dekat aliran sungai kecil dengan perakaran yang tidak terlalu kuat.
“Penjaga sekolah awalnya meminta beberapa pohon ditebang karena takut roboh namun akhirnya hanya dipangkas pada bagian dahan dan daun karena pohon roboh rata-rata diakibatkan terlalu banyak ranting dan daun,” terang Susilo saat ditemui di SDN 2 Pasuruan Kecamatan Penengahan, Selasa siang (6/12/2016).
![]() |
| Salah satu bangunan SDN 2 Pasuruan yang tertimpa pohon. |
Insiden robohnya pepohonan di area sekolah tersebut, menurut Susilo, telah menjadi perhatian pihak sekolah dengan tidak menanam pohon-pohon yang berpotensi roboh. Selain bisa membahayakan bangunan sekolah dikhawatirkan pohon yang roboh bisa membahayakan keselamatan siswa dan guru di sekolah. Akibat kerusakan banguan sekolah tersebut dipastikan sekolah mengalami kerugian ratusan ribu rupiah untuk proses penggantian asbes yang jebol akibat tertimpa pohon.
Selain di SDN 2 Pasuruan, sebuah pohon tumbang di dekat SMPN 1 Penengahan juga masih melintang di jalan. Pohon jenis waru setinggi enam meter tersebut terlihat masih melintang di tengah jalan dan belum dilakukan pemotongan yang berakibat aktivitas anak-anak sekolah menggunakan kendaraan roda dua, kendaraan sepeda tidak bisa melintas. Bahkan sebagian besar siswa sekolah yang diantar menggunakan kendaraan roda empat terpaksa memutar akibat jalan yang dilalui terhalang pohon waru yang tumbang hingga ke akar.
Selain itu cuaca ekstrem juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di antaranya menimpa rumah. Petugas pemeliharaan jaringan dari PT PLN cabang Kalianda sejak sepekan terakhir rutin melakukan pemeriksaan sejumlah jaringan listrik terutama menyisir kabel-kabel yang mengalirkan listrik ke sejumlah desa. Sumarno, petugas pemeliharaan jaringan PLN bahkan mengaku sejak cuaca buruk melanda wilayah Lampung dengan hujan dan angin kencang ia rutin melakukan pengontrolan di sejumlah titik. Pengecekan terutama dilakukan untuk memeriksa kondisi kabel yang berdekatan dengan pohon tinggi dan berpotensi roboh.
“Berdasarkan area yang sudah kita sisir setidaknya kita sudah menemukan sekitar tiga puluh pohon roboh di antaranya ranting yang menimpa kabel, memutuskan kabel atau hanya menimpa rumah warga,” ungkap Sumarno.
Beberapa jenis pohon yang roboh tersebut di antaranya Medang, Bayur, Mahoni, Waru dan beberapa pohon yang umumnya dimiliki oleh masyarakat di pedesaan. Ia bahkan mengungkapkan, meski beberapa jaringan langsung diperbaiki namun sebagian jaringan listrik tersebut masih berpotensi terkena pohon yang roboh terutama yang berada di dekat pohon yang ditanam warga.
![]() |
| Pohon roboh di dekat SMPN 1 Penengahan. |
Sebelumnya ia mengakui, meski tidak dalam kondisi cuaca buruk sudah mengimbau masyarakat pemilik pohon di dekat kabel listrik milik PT PLN untuk melakukan pemangkasan ranting atau penebangan pohon. Petugas bahkan menawarkan opsi agar warga yang khawatir tidak bisa melakukan penebangan sukarela bisa merelakan petugas PLN melakukan penebangan dan pemangkasan. Penebangan dan pemangkasan pohon di sekitar jaringan kabel listrik milik PLN menjadi tugas rutin bagian pemeliharaan jaringan bahkan secara berkala melakukan pemangkasan pohon berpotensi menempel pada kabel terbuka menghindari terjadinya korsleting listrik.
Bekerja menggunakan standar keamanan tinggi di antaranya helm, sabuk pengaman, tangga, Sumarno mengaku melakukan tugas lebih banyak selama sepekan terakhir akibat banyak pohon yang roboh di antaranya menyebabkan padamnya aliran ke sejumlah rumah warga. Ia bahkan harus siap sedia dipanggil selama 24 jam untuk memperbaiki jaringan listrik yang rusak atau terputus selama cuaca buruk yang masih berlangsung hingga beberapa hari mendatang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, M.Darmawan sebelumnya telah mengimbau kepada masyarakat di wilayah yang berpotensi terkena angin puting beliung bisa melakukan penebangan dan pemangkasan pohon. Beberapa kecamatan yang rawan bencana angin putig beliung di antaranya Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Sragi yang berada di wilayah pesisir pantai. Meski demikian, pihak BPBD tetap menyiagakan personil tanggap dini bencana untuk mengatasi kejadian yang tak diinginkan berkaitan dengan kondisi cuaca buruk yang masih menimpa wilayah Lampung.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

