MINGGU, 3 APRIL 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Kendati tak begitu cukup menarik bagi anak muda, Obyek Wisata Sendang Jatiningsih di pedukuhan Jitar, Sumberarum, Moyudan, Sleman, banyak dikunjungi wisatawan yang mencari ketenangan.
![]() |
| Sendang Jatiningsih berada di balik dinding batu karang |
Sendang Jatiningsih memang merupakan tempat berdoa bagi umat kristiani. Namun keberadaannya sebagai obyek wisata alam, membuat siapa pun ingin berkunjung demi melihat sendang atau danau buatan yang ada sejak 1952.
Berada di atas tebing Sungai Progo, Komplek Obyek Wisata Sendang Jatiningsih tampak begitu alami. Meski dari ukurannya terhitung sangat kecil untuk sebuah obyek wisata alam, namun semua bangunan seperti pendopo dan dinding sendang yang dibuat dari batu alam dan batu karang, memberi nuansa alami yang kuat.
Sementara itu, sebagai obyek wisata rohani umat kristiani, komplek Sendang Jatiningsih banyak dihiasi berbagai patung-patung keagamaan seperti Bunda Maria, Yesus Kristus, dan sebagainya. Bahkan, Patung Bunda Maria ditempatkan di sebuah goa kecil yang kemudian disebut Goa Bunda Maria.
Pada setiap hari Minggu, banyak pengunjung dari berbagai daerah seperti Purworejo, Klaten, Solo, Jawa Tengah dan Yogyakarta datang berombongan. Mereka ingin melihat sendang yang terhitung sudah tua, yang dalam riwayatnya berawal dari sebuah kolam kecil milik seorang petani di dusun tersebut.
“Kolam itu dibuat oleh ayah saya, agar mudah mencari air untuk menyirami ladang”, ujar Purwowidono, sesepuh pedukuhan setempat saat ditemui di kediamannya, Minggu (3/4/2016).
![]() |
| Sebuah taman di komplek sendang |
Lebih jauh dikatakan Purwowidono, komplek wisata Sendang Jatiningsih itu dulu merupakan ladang seluas 5.000 meterpersegi. Setiap hari, ladang seluas itu ditanami kacang, jagung dan ubi kayu. Hampir setiap hari ayah Purwowidono bekerja di ladang itu hingga menjelang petang hari.
“Ibu saya selalu mengeluh karena ayah saya selalu pulang menjelang malam. Maka, agar ayah tidak lagi setiap hari ke ladang, ibu menanaminya pohon jati”, ungkapnya.
Berawal dari adanya kolam yang dalam bahasa setempat disebut sendang dan pohon jati, kawasan tersebut setelah menjadi obyek wisata diberi nama Sendang Jatiningsih. Pembangunannya dimulai sejak tahun 1982. Purwowidono pun menghibahkan tanahnya seluas 800 meter persegi, agar komplek sendang lebih luas lagi.
Sejak dibangunnya Sendang Jatiningsih, banyak pengunjung datang ingin melihat sendang. Namun, sekarang ini Sendang Jatiningsih telah dibuatkan bangunan khusus yang tertutup, untuk melindungi keasriannya. Dinding sendang dibuat dari batu karang, sehingga tampak sebagai sendang di perut goa batu karang.
Sementara itu di bagian atasnya ditutup dan dibangun sebuah pendopo, tempat bagi umat kristiani mengadakan acara keagamaan. Lalu, tepat di hadapan pendopo itu, di sisi utara, bertengger Patung Bunda Maria. Bagi pengunjung yang ingin melihat sendang, ada petugas yang akan membukakan pintu menuju ke sendang.
![]() |
| Komplek Obyek Wisata Sendang Jatiningsih |
Berkunjung ke Sendang Jatiningsih, tak dipungut biaya masuk. Pengunjung hanya dikenakan tarif parkir. Sendang Jatiningsih yang berada sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, hanya bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Namun jangan khawatir, jalan masuk menuju sendang yang berada di tengah pedusunan sudah cukup luas, sehingga bus besar pun bisa masuk sampai di halaman parkir Obyek Wisata Sendang Jatiningsih.

