RABU, 29 MARET 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein
ACEH — Dalam sebulan terakhir, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mengalami peningkatan. Dari 12 kasus ditemukan pada Februari 2016, kini meningkat menjadi 58 kasus.
![]() |
| Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Lhokseumawe, dr. Helizar |
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe, dr. Helizar mengatakan, meningkatnya kasus DBD ditemukan pada semua kalangAn. Namun, terbanyak ditemukan pada anak-anak.
“Dari 58 kasus ini, paling banyak menyerang anak-anak, terutama yang masih bawah umur, dan juga ada termasuk juga para remaja,” kata dr. Helizar, kepada Cendana News, Rabu (30/3/2016).
Kata Helizar, meningkatnya kasus penyakit karena kurangnya kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan. Lhokseumawe, merupakan salah satu daerah endemis penyakit DBD.
“Daerah Lhokseumawe tergolong dalam kategori daerah endemis, untuk itu masyarakat harus lebih terbiasa untuk mencegah sedini mungkin jentik-jentik nyamuk yang hidup tempat-tempat yang airnya tergenang bukan mengalir,” katanya.
Selama ini, pihak Dinas Kesehatan Lhokseumawe terus melakukan sosialisasi kepada warga mengenai cara hidup sehat agar terhindar dari wabah penyakit tersebut. Salah satu carannya kata Helizar, melakukan pencegahan secara mandiri dengan menerapkan 3M Plus.
“Perilaku 3M Plus itu adalah menguras tempat penampungan air, lalu menutup rapat-rapat tempat penampungan air, kemudian mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air, perilaku seperti itu yang harus dilakukan oleh masyarakat kita,” pungkas Helizar.