PP Pemuda Muhammadiyah Siap Tampung Keluarga Siyono

KAMIS, 31 MARET 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid

SOLO — Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah tidak mempermasalahkan adanya penolakan warga terhadap rencana autopsi jenazah Siyono, yang diwujudkan dalam surat pernyataan.  PP Muhammadiyah menegaskan, tidak akan menghentikan proses untuk menguak kematian Siyono, meskipun warga mengancam istri Siyono tidak boleh tinggal di wilayah Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (jaket merah berpeci), saat  meminta klarifikasi kepada kepala desa Pogung, Rabu sore (30/3). 
“Terkait ada surat pernyataan warga, kami tetap menghormati. Tapi itu tidak menghentikan dari apa yang diinginkan pihak Istri Siyono,” ujar Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, setelah meminta klarifikasi kepada kepala desa Pogung, terkait adanya penolakan warga akan dilakukannya autopsi jenazah Siyono, Rabu sore (30/03/16).  
Terkait adanya tiga item dalam surat penolakan warga, yakni  dilarang melakukan otopsi di wilayah desa Pogung, jenazah setelah diotopsi tidak boleh dikubur di wilayah desa Pogung, serta pihak keluarga yang mendukung otopsi tidak boleh tinggal di wilayah desa Pogung, PP Muhammadiyah siap memberikan fasilitas dan jaminan, baik untuk lokasi autopsi, lokasi pemakaman, maupun tempat tinggal untuk Suyatmi, istri Siyono. 
“Jika memang pihak aparat desa menginginkan hal itu, kami akan penuhi semua. Fasilitas Muhammadiyah sudah lengkap, autopsi akan dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah, tempat pemakaman ada, dan untuk tempat tinggal juga akan kami sediakan. Sama halnya apa yang dikatakan istri Siyono jika bumi Allah itu luas, dimanapun bisa tinggal, dimanapun bisa dimakamkan,” terangnya. 
Sementara itu, ketua DPD Pemuda Muhammadiyah Klaten, Abdul Rodhi menyatakan, pada dasarnya pihaknya mengusahakan keluarga Siyono bisa tinggal di kediamannya. Hal ini melihat tidak semua warga menolak adanya upaya autopsi serta keberadaan keluarga Siyono. Meski begitu, DPD Pemuda Muhammadiyah siap menampung apa yang menjadi keinginan sejumlah warga dan perangkat desa dengan surat penolakan tersebut. 
“Salah satu resiko dilakukan autopsi adalah Ny Siyono diusir dari tempat tinggalnya, kami Muhammadiyah siap menampungnya,” tegasnya. 
Lebih lanjut Rodhi menjelaskan, DPD Pemuda Muhammadiyah Klaten juga menjamin pendidikan anak-anak Siyono serta menampung mereka hingga merasa hidup aman, tentram, dan mendapatkan kenyamanan sesuai dengan komitmen Suyatmi. 
“Kami tidak ingin disuatu kampung tidak kondusif, oleh karena itu kami siap menampung keluarga Siyono,” pungkasnya.
Lihat juga...