SENIN, 7 MARET 2016
Jurnalis : Rustam / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Rustam
KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam meminta kepada pemerintah kabupaten dan kota agar mengembangkan budidaya tanaman sagu dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.
![]() |
| Pohon sagu di Kendari |
“Provinsi Sultra mempunyai potensi yang sangat besar untuk membudidayakan tanaman sagu. Potensi ini tersebar di seluruh kabupaten dan kota,” ujar Nur Alam di Kendari, Senin (7/3/2016).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, produksi sagu di Sultra pada tahun 2013 sebanyak 6.327 ton, tahun 2012 hanya 4.977 ton, kemudian 4.877 ton pada tahun 2011.
Sementara sebaran tanaman sagu berdasarkan data terdapat di Kabupaten Konawe 1.726 hektar, Konawe Selatan 1.216 hektar. Kabupaten Bombana 11 hektar, Kolaka 121 hekta, Kolaka Timur (Koltim) 789 hektar, Kolaka Utara 155 hekta, Konawe Utara 257 hektar, Kota Kendari 170 hektar dan Konawe Kepulauan 299 hektar.
Walaupun gubernur memprogramkan budidaya tanaman sagu ditingkatkan, namun hampir dipastikan ada kendala. Terutama makin banyaknya perusahaan perkebunan dan pertambangan yang masuk di Sultra.
Misalnya perkebunan kelapa sawit yang melakukan penggusuran pohon sagu yang masuk diareal konsesi penanaman kelapa sawit hingga perusahaan tambang.