Bank Indonesia (BI) memperkirakan, Ramadan akan memicu inflasi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sehingga pada bulan Mei 2018 akan mengalami peningkatan.
Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Surakarta, Jawa Tengah menyatakan faktor fundamental mempengaruhi kebutuhan uang pada saat Lebaran 2018. Secara year on year (yoy) atau tahunan BI Surakarta mencatat, inflasi di Kota Solo 2,83 persen.
Bank Indonesia untuk periode Ramadhan dan lebaran 2018 ini menyediakan uang tunai Rp2,4 triliun, sebanyak 60 persen merupakan pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000 dan Rp2.000.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyakini Bank Indonesia (BI) bisa mengambil keputusan terbaik mengenai penyesuaian suku bunga acuan. Hal itu untuk merespon perlemahan nilai rupiah.
"Ini bukan kondisi seperti krisis moneter 1997, tetapi hanya reaksi sesaat akibat perubahan kebijakan suku bunga acuan yang ditetapkan oleh pemerintah Amerika Serikat".
Bank Indonesia (BI) mengaku telah melakukan intervensi pasar dengan dosis yang cukup besar untuk menjaga stabilisasi rupiah. Dengan upaya tersebut BI menjamin akan menjaga nilai mata uang Garuda sesuai fundamentalnya.
Bank Indonesia perkuat perizinan bank kepesertaan operasi moneter. Penguatan dilakukan dengan menerbitkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/5/PBI/2018 tentang Operasi Moneter.