Pengurus Yayasan Damandiri Tinjau D’Garden Cafe DCML Samiran
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
KARANGANYAR — Setelah menggelar acara peringatan HUT ke 26 dengan ziarah ke Makam Pendiri, Alm HM Soeharto di Astana Giribangun, Karanganyar Jawa Tengah pada Sabtu kemarin, jajaran pengurus Yayasan Damandiri, menyempatkan diri mengunjungi salah satu desa binaan program Desa Cerdas Mandiri Lestari, di desa Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu (23/01/2021) hari ini.
Ikut dalam rombongan kali ini Sekretaris Yayasan Firdaus, serta Bendahara Yayasan Siswanto Djojodisastro. Selain itu sejumlah karyawan Yayasan Damandiri, juga nampak ikut serta dalam kunjungan ini.
Didampingi Manager Umum KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, rombongan pengurus Yayasan Damandiri, nampak meninjau sub unit usaha koperasi yang baru saja diresmikan, yakni D’Garden Cafe, yang berlokasi di kompleks objek wisata Taman Bunga Merapi Garden.
D’Garden Cafe sendiri merupakan sub unit usaha yang didirikan koperasi sebagai pengembangan unit usaha Taman Bunga Merapi Garden yang telah berjalan sejak sekitar 3 tahun terakhir. Diresmikan pada awal Januari 2022 lalu, Cafe modern bergaya eropa ini menawarkan tempat makan keluarga dengan pemandangan eksotis berupa lanskap pegunungan Merapi dan Merbabu.
Meski belum lama dibuka, D’Garden Cafe telah mampu menarik banyak pengunjung. Selama masa libur Tahun Baru kemarin saja, sedikitnya 1200 orang pengunjung tercatat terjaring ke cafe ini. Dengan kapasitas yang masih sangat terbatas, D’Garden Cafe bahkan mampu memberikan kontribusi pemasukan bagi koperasi hingga mencapai Rp23 juta hanya dalam waktu 2 hari.
Sekretaris Yayasan Damandiri, Firdaus mengapresiasi upaya pengrus Koperasi Sahabat Damandiri Samiran, dalam mengembangkan unit-unit usaha yang ada. Ia menilai, dari sekitar 15 desa binaan program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) yang ada, Samiran menjadi salah satu desa binaan yang terbilang sukses menjalankan program Yayasan Damandiri, sehingga mampu berjalan secara mandiri.
“Kita berharap apa yang sudah berjalan di Samiran ini bisa terus berlanjut dan semakin berkembang di masa yang akan datang. Bisa menjadi contoh bagi DCML yang lain,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Yayasan Damandiri merupakan yayasan yang didirikan HM Soeharto, bersama Haryono Suyono, Sudwikatmono dan Liem Siou Liong (Sudono Salim) pada 15 Januari 1996 silam. Yayasan Damandiri didirikan dengan tujuan utama membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Selama kurang lebih 26 tahun berjalan, hingga detik ini Yayasan Damandiri tetap konsisten dalam mewujudkan cita-cita para pendiri tersebut, khususnya HM Soeharto.
Selama kurang lebih 5 tahun terakhir, Yayasan Damandiri, melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML), fokus melakukan upaya pemberdayaan masyarakat miskin di sebanyak 15 desa, baik itu di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY hingga Jawa Timur.
Dimulai sejak tahun 2017 lalu, program ini tercatat telah mampu berkontribusi membantu ribuan keluarga miskin di berbagai daerah. Baik itu di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, lingkungan, maupun ekonomi.

Selain menggelontorkan dana sosialuntuk pengembangan SDM dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, Yayasan Damandiri juga menggelontorkan dana dalam bentuk pinjaman modal usaha bagi warga miskin. Melalui sejumlah upaya ini diharapkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa dapat semakin meningkat.
Khusus di DCML Samiran, Selo, Boyolali, Yayasan Damandiri, melakukan upaya pemberdayaan dengan memfokuskan kegiatan pada sektor pariwisata, yang merupakan potensi desa di wilayah lereng gunung Merapi dan Merbabu ini. Di samping merenovasi rumah-rumah warga menjadi homestay, Yayasan Damandiri, juga membangun unit usaha Warung Damandiri, serta objek wisata Taman Bunga Merapi Garden, yang merupakan cikal bakal tumbuh dan berkembangnya kawasan Selo sebagai kawasan wisata ramai seperti sekarang ini.