Pemberdayaan Yayasan Damandiri tingkatkan kesadaran masyarakat jaga kelestarian alam
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BOYOLALI, Cendana News — Keberhasilan program pemberdayaan yang dilakukan Yayasan Damandiri selama 5 tahun terakhir, terbukti mampu mengubah total situasi dan kondisi kehidupan masyarakat di desa Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah.
Disamping mampu mengubah desa Samiran dari semula desa yang sepi dan terpencil menjadi desa wisata yang sangat ramai dan terkenal, program pemberdayaan Yayasan Damandiri, juga terbukti mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan seluruh warga desa.
Tak hanya itu, adanya program pemberdayaan yang dijalankan Yayasan Damandiri lewat sektor pariwisata, ternyata juga mampu mengubah pola pikir atau paradigma mendasar masyarakat dalam menjaga kondisi alam dan kelestarian lingkungan di sekitarnya.
Hal tersebut diungkapkan Manager Umum KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, selaku pelaksana program pemberdayaan Yayasan Damandiri, di desa Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah.
Bayu menyebut sejak adanya program pemberdayaan Yayasan Damandiri, tak sedikit dari warga desa yang kini mulai menyadari pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar untuk menunjang sektor pariwisata dan kondisi perekonomian mereka.
“Sejak adanya program pemberdayaan Yayasan Damandiri, sektor pariwisata di desa Samiran berkembang sangat pesat selama beberapa tahun terakhir. Hal itu secara otomatis juga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan seluruh warga desa. Sehingga kini warga pun semakin sadar untuk menjaga alam dan lingkungan yang ada di desa mereka demi kepentingan bersama,” ungkapnya.
Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kondisi alam dan kelestarian lingkungan itu, juga terlihat dari perubahan perilaku masyarakat desa Samiran dalam sejumlah hal. Seperti misalnya kesadaran warga untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, hingga kepedulian untuk bersama-sama mengelola keindahan alam yang ada di desa Samiran.
Berbagai perubahan mendasar yang terlihat di desa Samiran ini sejalan dengan arah dan tujuan awal program pemberdayaan Yayasan Damandiri, yang dijalankan melalui jargon Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) selama 5 tahun terakhir.
Sebuah program peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa, yang dijalankan dengan memanfaatkan potensi kearifan lokal desa setempat, dengan dukungan pemanfaatan teknologi, secara kontinyu dan berkelanjutan.
“Bagaimana pun, saat ini pariwisata telah menjadi sektor andalan bagi warga untuk mendapatkan pemasukan. Sehingga otomatis, mau tak mau warga harus bisa menjaga potensi itu, agar dapat terus memberikan manfaat hingga masa-masa yang akan datang,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Yayasan Damandiri, aktif menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa Samiran Selo Boyolali Jawa Tengah sejak 2017 silam.
Memaksimalkan potensi pariwisata yang ada, Yayasan Damandiri, melalui KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, tak henti melakukan berbagai terobosan dan inovasi program guna meningkatkan perekonomian warga.
Selama 5 tahun terakhir, Yayasan bentukan Presiden kedua RI HM Soeharto ini telah menjadi pionir pengembangan sejumlah unit usaha di sektor pariwisata baru di kawasan Selo.
Mulai dari mendirikan objek wisata Taman Merapi Garden, mendirikan Warung Cafe, membangun Kampung Homestay, hingga menggelontorkan akses pinjaman lunak ‘Modal Kita’ bagi warga desa Samiran.
Berkat berbagai macam program Yayasan Damandiri di sektor pariwisata inilah, desa Samiran kini berhasil berkembang pesat sebagai salah satu desa yang sangat maju dan berkembang khususnya di sektor pariwisata.