Petani Tanam Sayuran Manfaatkan Sumber Air Way Suka Padang
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Pasokan air melimpah dari sungai Way Suka Padang di Kelurahan Sukarame II, dimanfaatkan oleh masyarakat petani di Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, untuk budi daya berbagai komoditas pertanian.
Sumarni, petani di Dusun Kupang Jernih, Kecamatan Teluk Betung Barat, menyebut pertanian budi daya sayuran menjadi alternatif untuk sumber penghasilan. Lahan perbukitan dimaksimalkan untuk menanam buncis, kacang panjang, lenca, kacang tanah hingga kemangi.
Salah satu komoditas favorit petani adalah jenis buncis (Phaselous vulgaris L). Budi daya sistem generatif memakai biji cukup mudah dengan penyiapan media tanam guludan. Pemanfaatan sungai Way Suka Padang kerap dilakukan untuk penyiraman. Lokasi sungai yang lebih rendah disiasati dengan sistem pengangkutan air memakai ember, lalu ditampung dalam drum.

Budi daya tanaman buncis Sumarni dipilih tipe merambat dengan memakai ajir. Ia mempergunakan bibit sebanyak 500 gram dari varietas genjah bersertifikat. Tipe tersebut terbukti memiliki masa pertumbuhan cepat dan buah lebat. Setelah penyiapan lahan dengan guludan memakai tanah kompos, lanjaran atau ajir disiapkan. Ia memakai ajir kayu, bambu dan batang salak untuk rambatan sulur buncis.
“Tanah yang telah digaru, diratakan menjadi guludan, lalu ditanami dengan bibit buncis, setelah sepekan sulur mulai muncul, dan lanjaran bisa ditancapkan agar tanaman merambat berpotensi meningkatkan hasil buah yang bisa dipanen secara bertahap,” terang Sumarni, saat ditemui Cendana News, Senin (9/8/2021).
Lahan budi daya buncis, sebut Sumarni sangat subur karena penerapan sistem pertanian berkelanjutan. Ia bisa memanfaatkan air sungai untuk menyirami sayuran, sebagian limbah pertanian berupa daun menjadi pakan ternak. Selanjutnya, kotoran ternak bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Pupuk kandang sebagai dasaran akan semakin lengkap dengan tambahan SP36 dan Urea.
Penggunaan pupuk dilakukan pertama saat umur 20 hari setelah tanamn (hst), hingga susulan pada umur 60 hst. Penyiraman sistem kocor dengan larutan pupuk kandang dilakukan pada fase pertumbuhan setiap sore.
Musim kemarau sangat cocok untuk budi daya sayuran, karena potensi bunga menjadi bakal buah meningkat. Buncis yang ditanam sebanyak 300 lanjaran, bisa dipanen pertama kali usia 45.
“Serangan hama sangat minim sehingga produksi cukup bagus, pemanenan dilakukan bertahap hingga sebulan menyesuaikan ukuran buah,” ulasnya.
Sumarni bilang, sekali panen bisa mendapat sekitar 20 kilogram buncis segar. Pemanenan dilakukan untuk memenuhi pesanan sang adik yang merupakan pengepul sayuran. Pada level petani, buncis dijual seharga Rp5.000 atau hasil Rp100.000. Jika dirata-rata dalam satu fase penanaman menghasilkan 300 kilogram, ia bisa mendapat hasil Rp1,5juta.
Selain hasil dari buncis, Sumarni bilang menerapkan pertanian tumpang sari. Menanam leunca sebagai lalapan, kemangi, kacang panjang memberinya tambahan penghasilan. Pemanfaatan air sungai Way Suka Padang memberi sumber penghasilan bagi petani, bahkan kala kemarau. Penanaman terjadwal dilakukan agar ia bisa mendapat beragam hasil sayur berkelanjutan.
“Saat panen buncis tahap ke dua, tanaman kacang panjang sudah mulai berbunga, leunca dan kemangi juga bisa dipanen,” ulasnya.
Rianawati, sang anak menyebut budi daya sayuran oleh keluarganya dilakukan dengan tumpang sari. Memanfaatkan sungai Way Suka Padang, penanaman sayuran dilakukan pada komoditas yang bisa dipanen dalam waktu beberapa pekan dan bulan. Ia membantu orang tua untuk memasarkan hasil pertanian ke konsumen.
“Ada pelanggan yang kerap datang membeli sembari langsung bisa panen sendiri, saya gunakan media sosial agar kegiatan memanen langsung bisa dilakukan,” bebernya.
Pemanfaatan sungai Way Suka Padang yang tetap mengalir, bahkan kala kemarau diakui Ponijan. Ia menyebut, meski sebagian lahan pertanian ada pada lahan miring, air tetap bisa dimanfaatkan. Sistem penggunaan selang dan pipa untuk pengairan sistem pompa dilakukan petani pemilik modal cukup. Lokasi lahan pertanian lebih tinggi dari sungai membuat petani lebih kreatif.
Namun bagi sebagian petani modal terbatas, tetap bisa memanfaatkan air sungai dengan memakai jerigen, ditampung pada drum untuk penyiraman. Sejumlah petani juga melakukan sistem penanaman berundak atau terasering. Selain komoditas sayuran, pemanfaatan sungai Way Suka Padang memberi peluang usaha perkebunan buah. Jenis buah yang dibudidayakan berupa jambu, manggis, jambu kristal.