Pasca-Banjir Sampah di Kali Baru, Dibersihkan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Pasca-banjir, sampah masih berserakan di Kali Baru, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur. Petugas Unit Pelaksana Tugas (UPK) Badan Air, Jakarta Timur membersihkan sampah yang tertahan di sekatan tali yang sengaja dibuat untuk menahan arus sampah.
Sebagian petugas ada yang menebang pohon di pinggiran kali tersebut. Sampah ranting pohon dan sampah lainnya dikumpulkan dalam perahu karet oleh petugas.
Komandan Regu UPK Badan Air, Pos Pasar Rebo, Jakarta Timur, Irvan Relandi, mengatakan, petugas rutin setiap hari membersihkan kali, apalagi sekarang musim hujan banyak sampah berserakan.

Bahkah tidak hanya di dalam kali, sampah-sampah itu juga terdapat di pinggiran kali, dampak dari warga yang melintas membuang sampah sembarangan.
“Kami rutin setiap hari bersihkan sampah di Kali Baru ini. Apalagi sekarang musim hujan, sampah makin banyak, maka kali harus terus dibersihkan kalau tidak air bisa meluap, banjir,” ujar Irvan, kepada Cendana News saat ditemui di bantaran Kali Baru, di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Rabu (24/2/2021).
Untuk memudahkan mengambil sampah, kata dia, di tengah-tengah kali dibuat sekatan berbahan tali. Dengan sekatan itu, maka sampah-sampah akan tertahan tidak mengalir hingga ke grobogan air di depan Rumah Sakit Harapan Bunda.
“Sekatan tali ini memudahkan kami membersihkan sampah, karena kan sampahnya nyangkut, tertahan tidak mengalir,” ujarnya.
Jenis sampah yang diangkut dari Kali Baru ini beragam, di antaranya botol plastik, daun, ranting pohon, kayu, kain bekas, bambu, kresek plastik, dan lainnya.
“Banjir kemarin 12 kubik sampah kita angkut. Kalau hari biasa sih 4-5 kubik sampah per harinya,” imbuhnya.
Selain membersihkan sampah di dalam kali dan pinggirannya, para petugas juga menebang pohon yang ada di bantaran kali.
“Pohon yang rindang, atau dahannya patah, kita tebang biar tidak roboh saat hujan angin. Ya kesulitan kita juga memotong bambu atau kayu panjang yang hanyut di kali. Kalau nggak dipotong susah diangkutnya,” ungkap Irvan.
Setelah diangkut dari kali, sampah-sampah itu dimasukkan dalam karung, lalu dikumpulkan untuk kemudian diangkut truk ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
“Jadi sampahnya dikumpulin dulu di setiap pos, nanti diangkut truk ke Bantar Gerbang. Biasanya dua hari sekali diangkutnya,” ujarnya.
Untuk sampah anorganik, seperti botol plastik minuman bekas itu, dipilah dulu untuk dijual ke pengepul. Sedangkan sebagian sampah organik ada yang dibuat pupuk kompos. Dimana pupuknya akan digunakan untuk menyuburkan tanaman yang ditanam petugas di pinggiran kali.
“Botol plastik dipilah lagi, bisa dijual ke pengepul sampah, lumayan ada nilai ekonominya. Kalau sampah bekas sayuran atau buah-buahan dan daun kering, ranting itu sebagian dibuat kompos,” ujarnya.
Pembersihan sampah rutin dilakukan setiap hari ini menurutnya, juga bertujuan agar air dapat mengalir dengan lancar. Apalagi saat ini musim hujan jangan sampai ada sampah menumpuk di Kali Baru.
“Pasca-banjir sampah berserakan dan datang terus tambah banyak. Diharapkan warga tidak membuang sampah ke kali. Kalau sampah numpuk, aliran air nggak lancar, yang ditakutkan banjir. Ya memang kita siaga tiap hari, tapi kan semua harus menjaga lingkungan,” tuturnya.
Sebagai Komandan Regu UPK Badan Air, Pos Pasar Obor, Irvan bersama anggotanya menyisir Kali Baru mulai dari depan apartemen Brajawangsa hingga ke grobogan air di depan Rumah Sakit Harapan Bunda.
“Setiap pos, petugas Kali Baru ini sudah diatur jarak bersihin kalinya dari mana ke mana. Jadi kebersihan kali dari sampah bisa terjaga. Kalau Kali Baru ini, aliran airnya ke Kali Sunter, Jakarta Utara, melintas ke aliran air depan Mal PGC,” pungkasnya.