Aksi Bersih Sampah Laut, Kolaborasi Penanganan Sampah Laut di Bali

KEDONGANAN BALI – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup kembali menyelenggarakan kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan Kelan, Kedonganan, hingga Jimbaran, Bali, sekaligus menjadi rangkaian program Bulan Cinta Laut yang merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Bertajuk Aksi Bersih Sampah Laut, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aksi bersih
sampah laut yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pantai Kuta pada 4 Januari 2025
dengan melibatkan peserta lebih dari 2.115 orang.

Aksi bersih sampah di Pantai Kuta tersebut dilanjutkan dengan kegiatan pembersihan  yang didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Badung, TNI dan masyarakat dan telah berbuah manis dimana telah perlahan tapi pas dapat mengembalikan kenyamanan Pantai Kuta bagi wisatawan.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari upaya mendukung penyelesaian permasalahan sampah laut di Bali.

Menteri Koordinator bidang Pangan bersama-sama dengan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pariwisata, para Duta Besar negara sahabat, dan Pemerintah Daerah Bali, dunia usaha serta masyarakat melakukan kegiatan Aksi Bersih Sampah Laut di Pantai Kedonganan ini, Minggu (19/1/2025).

Para aktivis lingkungan sedang berkumpul membersihkan sampah di Pantai Kedonganan, Minggu (19/1/2025). Foto: Dok Kementerian Lingkungan Hidup

 

Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menangani isu lingkungan khususnya permasalahan penanganan sampah.

Acara ini mengundang para duta besar negara sahabat, di antaranya Uni Emirat Arab,
Jerman, Kanada, Norwegia, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Belanda, Denmark,
dan Timor Leste.

Ikut serta berkolaborasi pada kegiatan ini antara lain para bupati/walikota se-Bali, komunitas peduli sampah, pelajar, mahasiswa, kader muda lingkungan, pegiat lingkungan, para CEO perusahaan consumer goods, pengelola hotel, restoran, dan kafe serta berbagai elemen masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah kegiatan (less waste event), peserta dihimbau untuk membawa tumbler, jas hujan, dan alat-alat kebersihan sendiri, sejalan
dengan semangat keberlanjutan dan pengurangan sampah plastik.

Selain membersihkan sampah, dilakukan juga pengumpulan dan penimbangan sampah yang kemudian dibawa ke fasilitas-fasilitas pengolahan sampah untuk dilakukan proses yang nantinya akan dijadikan bahan baku daur ulang.

Sampah tersebut diolah sesuai jenisnya untuk mendukung upaya daur ulang dan menciptakan manfaat baru dari sampah.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menegaskan,
“Masalah sampah laut adalah tantangan global yang membutuhkan solusi kolaboratif.
Aksi Bersih Sampah Laut Bali hari ini tidak hanya membersihkan pantai, tetapi juga
memberikan pesan kepada masyarakat lokal dan internasional tentang pentingnya
menjaga kebersihan dan kelestarian laut kita dengan aksi kolaborasi.”

Pada kesempatan ini Kementerian Lingkungan Hidup memberikan bantuan berupa satu
unit truk pengangkut sampah.

Disamping itu disampaikan juga bantuan trash boom dalam rangka mengatasi kebocoran sampah plastik ke laut.

Bantuan trash boom ini merupakan bagian kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Uni Emirat Arab dalam program Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut, yang disupport oleh UNDP Indonesia dan Clean Rivers.

Persoalan sampah laut terjadi karena masih tingginya jumlah sampah yang tidak
terkelola serta pengelolaan TPA yang masih open dumping, sehingga dengan demikian
sampah-sampah tersebut masuk ke lingkungan perairan dan terus ke laut.

Pemerintah telah menyiapkan instrumen untuk menangani persoalan sampah laut di Bali, dengan membentuk Tim Koordinasi Penanganan Sampah Laut di Provinsi Bali yang melibatkan Kementerian/Lembaga terkait, TNI/Polri dan Pemerintah Daerah Bali melalui Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pangan Nomor : 03/M.PANGAN/KEP/01/2025.

Diharapkan langkah ini akan lebih membangun kolaborasi dengan elemen masyarakat dalam upaya terdepan menangani sampah laut, sehingga diharapkan pada tahun mendatang, permasalahan ini sudah dapat diantisipasi sejak dini dan dipersiapkan dengan baik. ***

Lihat juga...