Dongeng Digital, Upaya Melestarikan Cerita Rakyat di Era Milenial
Editor: Mahadeva
JAKARTA – Salah satu daya tarik dari destinasi wisata adalah Attraction. Dan cerita legenda merupakan daya tarik dari suatu wilayah yang termasuk dari Attraction.
Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Yuana Rochma Astuti menyebut, dongeng merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pesan dengan cara yang menarik. “Untuk merawat tradisi mendongeng ini, maka Kemenparekraf menggelar pameran virtual. Dengan cara ini, kami mendorong penciptaan dongeng baru atau menggali dongeng lama,” kata Yuana, Minggu (25/10/2020).
Contoh dongeng yang cukup terkenal dan menjadi bagian dari destinasi wisata adalah cerita tentang terjadinya tangkuban perahu. Dongeng tersebut menceritakan kisah Sangkuriang, yang berupaya memenuhi persyaratan yang diberikan oleh Dayang Sumbi tapi gagal.

Akhirnya perahu yang belum selesai dikerjakan ditendang oleh Sangkuriang dan kini dikenal sebagai Gunung Tangkuban Perahu. “Pemanfaatan platform digital dalam Kultural ID Virtual Exhibition ini adalah upaya Kemenparekraf tetap dapat menjangkau masyarakat, dalam hal ini para penikmat dongeng dan cerita rakyat, walaupun dalam masa pandemi,” tambahnya.
Pemerintah disebutnya, mendukung seniman untuk mendayagunakan aplikasi digital dalam mencari kesempatan dan peluang. “Berimajinasi dan berekspresi dalam medium dan estetika yang baru, dengan nilai budaya yang di dalamnya akan meningkatkan nilai jual dari pelaku ekonomi kreatif dan karyanya. Karena masyarakat penikmat seni juga mulai beralih ke digital,” tambahnya.

Seniman dan Sutradara Pertunjukan, Rama Soeprapto menyebut, pemerintah saat ini melalui Kemenparekraf sangat mendukung upaya penciptaan karya baru. “Dengan adanya karya baru, maka akan tercipta potensi yang akan dikembangkan sebagai lahan penciptaan lapangan pekerjaan baru di bidang industri kreatif,” tandasnya.
Dongeng berjudul Bias, menurutnya, menjadi salah satu bagian di Kultural ID Virtual Exhibition merupakan karya dongeng baru. “Tetapi tetap berangkat dari tradisi dongeng yang memang kekayaan budaya Indonesia,” ucapnya.
Selain seniman baru, dalam acara digital ini, Rama menyebutkan hadir pula PM Toh yang merupakan storyteller terkenal tanah air. “PM Toh berpartisipasi dengan menampilkan beberapa dongeng tradisional dengan dikemas semenarik mungkin dalam format platform media sosial,” pungkasnya.