Akses Jalan Kendala Pengembangan Destinasi Pariwisata di Lamsel

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kerusakan sejumlah ruas jalan di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) jadi kendala pengembangan destinasi pariwisata. Sejumlah objek wisata menarik di antaranya air terjun Gajah Mati dan pantai Alami di Desa Ruguk, pantai Puri Dewata, pantai Tanjung Sembilang.

Kasmir, penanggung jawab proyek perbaikan Jalinsum oleh PUPR Satker P2JN dari titik Kecamatan Katibung hingga Kecamatan Bakauheni saat ditemui, Minggu (5/7/2020). Foto: Henk Widi

Hasan, salah satu warga di Kecamatan Penengahan menyebut ingin mengunjungi objek wisata di pesisir timur, namun imbas akses jalan ia memilih ke pesisir Barat Lamsel. Wisatawan banyak yang terpaksa mengurungkan niat untuk menikmati sejumlah destinasi wisata alam.

“Perbaikan Jalan Lintas Sumatera dilakukan berkali kali karena merupakan jalan nasional termasuk Jalan Lintas Timur, namun akses jalan provinsi sejak lima tahun silam tidak pernah mendapat perbaikan, hal itu menghambat sektor pariwisata,” terang Hasan saat ditemui Cendana News,Minggu (5/7/2020)

Pilihan warga yang akan menikmati wisata alam kini dominan ke arah pantai Barat. Sebab akses jalan lingkar pesisir (coastal road) mengelilingi pantai dan Gunung Rajabasa mulai diperbaiki. Jarak tempuh dan waktu tempuh yang mendukung jadi pilihan warga saat sejumlah objek wisata alam kembali dibuka pada masa kenormalan baru.

Sriyanti, pengunjung pantai Puri Dewata di Desa Tridarmayoga, Kecamatan Ketapang mengaku akses jalan masih buruk. Warga asal Desa Tamansari tersebut mengaku rekan rekan yang akan berkumpul dengannya di pantai harus menempuh waktu lama.

“Hujan ikut mempercepat kerusakan ruas jalan, menghambat mobilitas warga antar kecamatan dan kabupaten,” terang Sriyanti.

Akses jalan penghubung Jalinsum ke Jalan Lintas Timur menurutnya telah rusak belasan tahun silam. Pada sejumlah titik menuju ke lokasi objek wisata pantai Agro di Desa Legundi dan pantai Puri Dewata hingga kini masih berupa jalan tanah.

Pada akses masuk ke pantai Puri Dewata Sriyanti menyebut penuh kubangan lumpur. Pengelola telah melakukan proses pengurukan memakai tanah dan pasir. Namun imbas hujan yang kerap turun genangan air tidak bisa dihindarkan.

Ia berharap pemerintah desa setempat dan unsur terkait bisa melakukan perbaikan pada sejumlah ruas jalan menuju ke destinasi pariwisata.

Kasmir, penanggung jawab proyek perbaikan Jalinsum Kementerian PUPR Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) menyebut perbaikan dilakukan sejak dua pekan silam. Perbaikan dimulai dari titik Kecamatan Katibung hingga Kecamatan Bakauheni sepanjang 80 kilometer. Ia menyebut perbaikan bertahap dilakukan dengan penebalan dan perlebaran badan serta bahu jalan.

“Ruas jalan yang diperbaiki merupakan jalan nasional di lintas Tengah dan lintas Timur yang jadi domain pemerintah pusat,” paparnya.

Ia menyebut sejumlah ruas jalan provinsi yang rusak menjadi ranah Dinas PU. Perbaikan jalan disebutnya sebagian telah diusulkan oleh pemerintah kabupaten ke pemerintah provinsi. Namun dengan keterbatasan anggaran dan imbas Covid-19 sejumlah proyek infrastruktur sempat tertunda. Perbaikan ruas Jalinsum dilakukan sebulan sebelum Idul Adha dengan target Jalinsum mulus tanpa gelombang dan lubang.

Lihat juga...