Bertambah 1.607, Positif Covid-19 di Indonesia Capai 63.749 Kasus

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (5/7/2020). Foto: Ist

JAKARTA — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali memperbaharui perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Per Minggu (5/7/2020) pukul 12.00 WIB, tercatat ada penambahan yang cukup signifikan. Saat ini total pasien positif Covid-19 melonjak ke angka 63.749 kasus dan 3.171 orang di antaranya dinyatakan meninggal.

“Yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia ada penambahan sebanyak 1.607 kasus baru,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (5/7/2020).

Sedangkan untuk kasus pasien sembuh, sebut Yuri dari hari ke hari juga terus bertambah, di mana hari ini pasien sembuh bertambah sebanyak 886 orang menjadi 29.105 orang.

“Sementara untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal hari ini juga bertambah 82 orang, dan total saat ini menjadi 3.171 orang,” ujarnya.

Hasil positif tersebut didapat dari uji spesimen melalui metode usap dahak real time Polymerase chain reaction (PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM). Di mana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memastikan tes PCR maupun TCM per 28 Juni sudah meningkat, di kisaran 18-20 ribu per hari.

“Hari ini pemeriksaan spesimen yang kita lakukan telah mencapai 21.054 spesimen, sehingga jumlah total spesimen yang telah diperiksa sampai saat ini adalah 915.482 spesimen,” ungkapnya.

Selain itu sebut Yuri, pemerintah juga memperbarui data jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19 di Indonesia. Di mana jumlah ODP yang masih dipantau, per Minggu (5/7/2020), ada sebanyak 39.928 orang, dan masih banyak yang harus dilakukan untuk memantau dengan ketat 39.928 ODP yang diduga punya kontak dekat dengan kasus positif. Sementara itu, jumlah PDP Covid-19 yang masih diawasi ada sebanyak 13.767 orang.

“Gambaran-gambaran ini meyakinkan kita bahwa aktivitas yang dilaksanakan untuk mencapai produktivitas kembali di beberapa daerah masih berisiko, disebabkan ketidakdisiplinan protokol kesehatan,” sebutnya.

Orang dengan status PDP menjadi prioritas pemeriksaan swab test secara PCR maupun TCM di laboratorium. Hingga saat ini, sudah ada 915.482 spesimen yang diperiksa dengan swab test melalui PCR dan TCM.

Sementara itu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengungkapkan meskipun masih pendemi pihaknya tetap membuka kembali sektor pariwisata dengan penerapan strategi yang aman Covid-19.

“Kalau dulu pariwisata ini yang dijual dan menjadi daya tarik adalah harga dan services, tapi sekarang tidak lagi. Yang menjadi nomor satu saat ini adalah kesehatan, kebersihan dan keamanan sehingga protokol kesehatan menjadi yang utama” kata Anas melalui dialog ruang digital di Gedung BNPB, Jakarta (5/7/2020).

Selain itu, kata Anas implementasi aktivitas pariwisata di Banyuwangi juga mengalami perubahan, seperti jadwal operasional tempat wisata yang aktif seminggu tujuh hari, saat ini maksimal hanya lima hari dalam seminggu.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan beragam simulasi dalam mempersiapkan pembukaan sektor pariwisata pada masa adaptasi kebiasaan baru, salah satunya adalah kegiatan sertifikasi hotel dan restoran yang informasinya tersedia dalam aplikasi Banyuwangi Tourism.

“Melalui aplikasi ini, para wisatawan dapat melihat hotel dan restoran mana saja yang telah memiliki sertifikasi sesuai protokol kesehatan. Tidak hanya sertifikasi, pengawasan berkala juga terus dilakukan pada hotel dan restoran yang disertifikasi agar dapat terus mempertahankan pelayanannya dan tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Lihat juga...