SMA Swasta di Sikka Mulai Ramai Pendaftar
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Hampir semua Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mulai membuka pendaftaran untuk penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2020/2021, yang akan dimulai Juli 2020 nanti.
Pembukaan pendaftaran siswa baru tetap dilaksanakan di era new normal, namun pelaksanaanya wajib mengacu kepada protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 sesuai arahan dari pemerintah.
“Sampai kemarin sudah 352 siswa yang mendaftar. Setiap hari sekitar 15 sampai 20 siswa yang mendaftar dan mulai ramai sejak tanggal 8 Juni,” kata ketua panitia penerimaan peserta didik baru SMK Yohanes XXIII Maumere, Kabupaten Sikka, Marianus Naja, Kamis (25/6/2020).
Marianus mengatakan, setelah ada pengumuman kelulusan SMP, mulai tanggal 8 Juni 2020 mulai banyak siswa baru yang datang mendaftar di sekolahnya.

Kalau bulan Mei saat dibuka pendaftaran, dalam sehari hanya satu hingga dua orang saja yang mendaftar, bahkan kadang tidak ada siswa baru yang mendaftar sama sekali.
“Kita siapkan lima meja pendaftaran di dalam ruangan. Kalau di dalam ruangan penuh, kita siapkan juga di luar ruangan. Proses pendaftaran juga tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19,” terangnya.
Untuk itu, sebut Marianus, meja pendaftaran juga diatur jaraknya hingga 2 meter antara satu dan lainnya. Sebelum masuk ruangan, ada pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat thermo gun.
Para petugas yang menerima pendaftaran mengenakan alat pelindung wajah serta memakai masker. Termasuk juga calon siswa dan anggota keluarga yang mendampingi wajib cuci tangan dan pakai masker.
“Pendaftaran dibuka sejak pulul 08.00 WITA hingga 14.00 WITA setiap hari. Kita tetap mengikuti semua protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemerimaan siswa baru,” jelasnya.
Kepala sekolah SMK Yohanes XXIII Maumere, Marselus Moa Ito, menyebutkan pendaftaran penerimaan siswa baru dilaksanakan sejak Mei, untuk menampung siswa yang mungkin sudah tamat tahun sebelumnya, namum belum melanjutkan pendidikan.
Sekolah swasta ini, kata Marselus, memiliki 28 Rombongan Belajar (Rombel) di mana tahun ajaran 2019/2020 jumlah siswa kelas 10 sampai kelas 12 sebanyak 803 orang, dan kelas 12 sebanyak 177 orang yang sudah lulus semua.
“Kami sekolah swasta ini kadang menerima siswa yang tidak lulus di sekolah negeri. Mereka biasanya mendaftar di 2 sebuah sekolah swasta setelah mendaftar juga di sekolah negeri,” ungkapnya.
Setiap proses penerimaan siswa baru, tegas Marselus, tanpa dipungut biaya dan setiap siswa yang datang didaftarkan. Pihaknya menyedikan 4 jurusan, yakni Administrasi Perkantoran, Akuntansi, Teknik Komputer dan Jaringan serta Multimedia.
SMK Yohanes XXIII, tambahnya, memiliki 52 guru. Terdapat 10 guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara sisanya merupakan guru kontrak.
“Siswa baru di sekolah kami memang setiap tahun selalu ada peningakatan, meskipun Rombongan Belajar (Rombel) tetap sebanyak 28 Rombel,” ungkapnya.
Sementara itu di SMKN 3 Maumere, terlihat banyak calon siswa sedang berkumpul melihat pengumuman nama siswa baru yang dinyatakan lulus dan diterima di sekolah tersebut.
Para guru dan kepala sekolah yang hendak ditanyai tidak berada di sekolah, meskipun jarum jam masih menunjukkan pukul 10.00 WITA.