Sambut Wisatawan, BPBD Sumbar Pastikan Siap Gelar ‘Rapid Test’
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberlakukan wajib tes swab dan rapid test kepada pengelola pariwisata dan juga kepada wisatawan, baik itu jalur udara maupun jalur darat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk tes swab dan rapid test, serta Alat Pelindung Diri (APD) tersebut.
Terkait ketersediaan peralatan tes swab dan rapid test, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday, menjelaskan, ketersediaan peralatan yang dimaksud bisa dikatakan mampu untuk melakukan tes swab dan rapid test, bagi pelaku pariwisata dan juga bagi wisatawan yang datang melalui jalan udara maupun jalur darat.
Merry mengatakan sampai hari ini stok untuk APD cukup hingga dua bulan akan datang. Sementara untuk virus transfer media (VTM) tersedia sebanyak 40.000 pemeriksaan.

“Virus transfer media ini merupakan tempat penyimpanan setelah swab di hidung dilakukan. Hal ini bisa dilakukan untuk 40.000 pemeriksaaan,” ujar dia, Senin (15/6/2020).
Namun untuk rapid test, diakui Merry, Sumatera Barat masih membutuhkan 40.000 rapid test. Saat ini tengah dipesan, melalui BPBD Sumatera Barat yang menjadi wewenang untuk memasok kebutuhan peralatan medis dalam penanganan Covid-19.
Dengan demikian, Pemprov Sumatera Barat memastikan dapat memaksimalkan melakukan tes kesehatan Covid-19 terhadap setiap wisatawan yang masuk ke wilayah Sumatera Barat, baik jalur udara maupun jalur darat.
Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera Barat, Erman Rahman, mengakui bahwa Dinas Kesehatan telah mengajukan penambahan jumlah rapid test. Hal ini seiring menyambut kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat di era new normal.
“Betul, bapak Gubernur telah menyatakan bahwa dengan telah dibukanya objek wisata maka pelaku pariwisata dan begitu juga untuk wisatawan harus dipastikan kondisi kesehatannya, caranya dilakukan tes swab dan rapid test,” ujarnya.
Sedangkan terkait kekurangan rapid test di Dinas Kesehatan, saat ini BPBD tengah menyiapkan anggaran untuk mendatangkan kebutuhan rapid test dimaksud. Setidaknya ada 40.000 rapid test yang diusulkan Dinas Kesehatan ke BPBD.
“Kita harus segera memenuhi permintaan dari Dinas Kesehatan ini, karena wisatawan dipastikan akan ramai datang ke Sumatera Barat. Anggaran tengah kita persiapkan,” sebut dia.
Menurutnya, untuk membeli 40.000 rapid test membutuhkan biaya yang cukup besar. Terkait hal ini, sebelum BPBD membeli alat rapid test, BPBD sendiri akan melakukan koordinasi dengan Gubernur Sumatera Barat.
“Intinya kebutuhan rapid test akan kita penuhi. Moga-moga, segera datang alat rapid test, sehingga penanganan Covid-19 di Sumatera Barat lebih maksimal dari sisi pariwisata,” harapnya.