Permintaan Benih Lele ‘Mutiara’ di Lamsel, Meningkat

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Permintaan benih lele mutiara di Lampung Selatan mengalami peningkatan. Selain karena berbagai keunggulan lele mutiara, situasi pandemi Covid-19 juga turut mendorong minat warga untuk membudidayakan lele sebagai tambahan penghasilan.

Lilik Toto Wisojo, pemilik usaha pembenihan ikan Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, menyebut saat Covid-19 minat budi daya ikan cukup tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah permintaan benih ikan yang mencapai puluhan ribu ekor untuk varietas lele mutiara, dalam satu bulan.

Pemilik usaha pembenihan rakyat (UPR) di bawah binaan Dinas Perikanan Lamsel itu menyebut, kemandirian pangan menjadi alasan bibit ikan banyak diminta. Masa bekerja dari rumah atau work from home, juga menjadi pemicu permintaan benih ikan meningkat.

Menurut Lilik, sapaannya, jenis lele mutiara atau singkatan mutu tinggi tiada tara, memiliki keunggulan. Daya tahan tinggi terhadap penyakit, masa panen singkat hingga 75 hari dari normalnya 90 hari satu siklus tebar.

Trubus, salah satu warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, melakukan perawatan ikan lele mutiara yang dipeliharanya, Senin (22/6/2020). -Foto: Henk Widi

Budi daya yang lebih cepat menjadi pilihan dengan sistem kolam tanah, semen dan terpal. Pembudidaya skala rumah tangga kerap menggunakan terpal.

“Budi daya relatif mudah, singkat, penggunaan pakan yang bisa dihemat, menjadi alasan lele mutiara kerap dibudidayakan dalam skala rumah tangga hingga budi daya untuk komersial,” terang Lilik Toto Wisojo, Senin (22/6/2020).

Permintaan benih ikan lele mutiara, berasal dari lokal dan luar wilayah. Permintaan benih lele usia pemijahan ukuran 6 hingga 7 cm, berasal dari wilayah Lampung Timur, Pesawaran hingga Pringsewu. Ia menyebut, kebutuhan yang meningkat membuat prioritas permintaan diperuntukkan bagi pembudidaya Lamsel.

Permintaan skala budi daya komersial, menurut Lilik mencapai 5.000 hingga 10.000 benih. Pada permintaan skala rumah tangga, permintaan mencapai 1.000 hingga 2.000 ekor. Harga benih lele mutiara yang dipatok mencapai Rp100 per ekor, menjadi faktor minat budi daya ikan lele makin meningkat. Puluhan pembudidaya mampu panen setelah usia tiga bulan dengan sistem sortir.

“Lele mutiara memiliki keunggulan dibanding jenis lele lain, sehingga bisa jadi pilihan untuk bisnis perikanan,” tegasnya.

Trubus, pembudidaya ikan lele mutiara menyebut sekali siklus budi daya menyiapkan 5.000 ekor. Lele tersebut dibudidayakan dengan media kolam terpal, tanah dan semen. Per seribu ikan lele, bisa menghasilkan maksimal hingga 9 kuintal. Konsumen ikan lele mutiara konsumsi berasal dari pemilik warung makan dan konsumen rumah tangga.

“Prospek budi daya lele mutiara sangat menjanjikan, sehingga cocok jadi usaha sampingan bernilai ekonomis tinggi,” cetusnya.

Trubus menyebut, pasokan benih yang lancar membuat pasokan lele selalu terpenuhi. Pada kondisi normal, harga per kilogram lele mutiara siap panen dijual seharga Rp17.000 di level pembudidaya. Pada level pengepul, kerap dijual hingga Rp20.000 per kilogram. Pasokan ikan lele yang lancar ikut mendukung sektor usaha kuliner tanpa harus memasok dari wilayah lain.

Keuntungan budi daya ikan lele mutiara saat hasil panen maksimal, diakuinya cukup tinggi. Proses budidaya singkat dengan penggunaan lahan terbatas, ia bisa mendapat keuntungan kotor hingga Rp6 juta. Dikurangi biaya pakan serta lain-lain, ia masih bisa mendapat keuntungan bersih sekitar Rp1,5juta. Hasil penjualan bisa dipergunakan untuk budi daya siklus berikutnya.

Pembudidaya lele mutiara skala rumah tangga, Suyatno, menyebut memanfaatkan kolam tanah. Jenis lele mutiara cukup banyak diminati, karena masa budi daya yang singkat. Juga ketahanan penyakit yang tinggi. Pasokan benih lele mutiara dari pemijah bisa diperoleh lancar dari desa setempat.

“Pasokan benih ikan lele bisa diperoleh dari pemilik usaha pembenihan bersertifikat, sehingga benih berkualitas,” papar Suyatno.

Pada masa pandemi Covid-19, usaha budi daya lele mutiara bisa jadi pilihan. Selain memanfaatkan kolam terpal, saat ini tren budi daya ikan menggunakan media ember juga menjadi faktor tingginya minat budi daya. Selain sebagai sumber pasokan protein, hasil panen ikan lele bisa digunakan untuk menghasilkan nilai ekonomi. Sebab, panen berlimpah bisa dimanfaatkan untuk dijual ke tetangga.

Lihat juga...