Menikmati Indahnya Air Terjun Wairhorek di Sikka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Air terjun Wairhorek berada di Desa Wairterang yang berjarak sekitar 30 kilometer arah timur Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bisa ditempuh menggunakan sepeda motor atau mobil angkutan dengan biaya Rp10 ribu.

Air terjun ini berada di dalam kawasan hutan lindung Egon Ilimedo. Untuk tiba di lokasi ini, dari Dusun Wodon pengunjung harus berjalan kaki menyusuri areal persawahan dan hutan sejauh sekitar 500 meter.

“Air terjunnya masih alami dan belum banyak orang yang datang. Kalau ditata dan dikelola menjadi tempat wisata, tentu banyak orang yang datang berkunjung,” kata Athy Meak, warga Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, salah seorang pengunjung, Minggu (28/6/2020).

Salah seorang pengunjung air terjun Wairhorek di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT, Athy Meak saat ditemui, Minggu (28/6/2020). Foto: Ebed de Rosary

Athy menyebutkan, tempatnya masih alami dan dipenuhi pepohonan yang rimbun. Airnya pun kata dia masih jernih dan sejuk serta tidak banyak yang menyambangi lokasi ini.

Tempatnya pun kata dia, tergolong bersih dan tidak ada sampah plastik serta masih terjaga. Meskipun melelahkan karena harus berjalan melintasi kali dan hutan namun capek terbayar saat mencapai air terjun.

“Air terjun ini sangat bagus dan bila ditata dengan baik termasuk membangun MCK di lokasi ini pasti banyak wisatawan yang datang ke tempat ini. Semoga pemerintah bisa mengolahnya menjadi sebuah destinasi wisata,” harapnya.

Salah seorang warga Kampung Wairbukan, Desa Wairterang, Bernadus Brebo, mengatakan, air terjun ini sudah ditemukan sejak tahun 1970-an dan ada beberapa wisatawan asing yang sering berkunjung.

Kebetulan kata Bernadus, di sepanjang pesisir pantai Wairterang banyak sekali homestay yang menjadi penginapan bagi wisatawan asing. Wisatawan asing juga sering berkunjung ke air terjun ini karena rata-rata suka berpetualang.

“Kami berharap pemerintah bisa membenahi lokasi air terjun ini agar bisa menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Kalau sudah dibenahi, kami masyarakat sekitar juga bisa mendapatkan pemasukan,” ungkapnya.

Bernadus menambahkan, bila air terjun ini ditata maka pihaknya akan membersihkan jalan setapak dan selalu membersihkan jalan di dalam hutan agar mudah mencapai air terjun.

Dirinya mengaku masyarakat juga bisa menjual aneka hasil perkebunan seperti pisang dan kelapa muda di lokasi air terjun bila banyak wisatawan yang datang berkunjung ke air terjun Wairhorek.

“Warga berharap pemerintah kabupaten Sikka melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka bisa menata tempat wisata ini agar kami warga sekitar bisa mendapatkan pemasukan dari sektor wisata,” harapnya.

Lihat juga...