Taman Wisata Hutan Kera, Wisata Unik di Bandar Lampung

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG, Cendana News – Taman Wisata Hutan Kera menjadi spot wisata unik di Kota Bandar Lampung.

Kawasan taman wisata hutan kera sebagian merupakan area konservasi milik PDAM Way Rilau.

Perusahaan daerah air minum yang mengelola air bersih di Bandar Lampung menjaga kawasan yang ditumbuhi pepohonan berusia puluhan hingga ratusan tahun.

Rerimbunan pohon menjadi habitat kera ekor panjang. Spot wisata alam ini berada di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Teluk Betung Utara.

Haryadi, pengunjung Taman Wisata Hutan Kera menyebut akses ke spot wisata alam cukup mudah.

Area tersebut diakuinya dekat dengan Mahan Agung, rumah dinas Gubernur Lampung.

Spot unik ini bisa diakses dari Jalan Dr Susilo menuju ke Jalan Terusan Ir Juanda dan Jalan Cipto Mangunkusumo.

Akses jalan menuju lokasi sudah aspal, bisa dilintasi mobil, motor dan untuk masuk ke lokasi taman wisata hutan kera gratis.

“Jangan lupa membawa buah buahan untuk makan kera,” terang Haryadi saat ditemui Cendana News, Minggu (4/9/2022).

Haryadi yang tinggal di Gulak Galik itu mengajak serta dua anaknya. Ia mengaku saat akhir pekan spot taman wisata hutan kera sangat cocok dikunjungi.

Ia bisa mengajak anaknya melihat ratusan kera ekor panjang yang bergelantungan di pohon.

Haryadi bilang, hutan kera tersebut mirip di Sangeh, Bali. Ratusan kera terlihat jinak dan kerap mendekati pengunjung yang datang.

“Spot wisata hutan kera dilengkapi shelter, rumah pohon, area pemandian dengan air yang jernih,” ujarnya.

Mengajak serta anak-anak diakui Haryadi sekaligus jadi cara mengedukasi.

Ia bisa memperlihatkan adanya habitat satwa liar yang masih terjaga lengkap dengan alam yang sejuk.

Membawa buah segar berupa jambu, pisang jadi cara Haryadi mengedukasi anak.

Ia mengaku buah segar tersebut bisa diberikan di dekat rumah pohon, pagar agar bisa menjadi makanan kera.

“Jangan diberikan di tengah jalan, karena banyak kendaraan melintas,” ujarnya.

Susanti, pengunjung lain mengaku spot Taman Wisata Hutan Kera sangat unik.

Berada di tepian kota Bandar Lampung ia bisa melihat view Teluk Lampung dari ketinggian.

View kapal-kapal di Teluk Lampung, Gunung Betung di kejauhan dan pulau pulau terlihat.

Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Lampung itu mengaku sengaja datang ke hutan kera untuk melihat langsung habitat satwa tersebut.

“Sebagai mahasiswa jurusan kehutanan saya ingin melihat tempat konservasi air, tumbuhan dan satwa yang terjaga di Bandar Lampung,” ulasnya.

Susanti menambahkan, Taman Wisata Hutan Kera diakuinya juga jadi destinasi wisata sejarah.

Pasalnya, di lokasi tersebut masih terjaga keberadaan goa Jepang.

“Semacam bunker, konon dulu masih bisa dimasuki peninggalan Jepang, kini bisa dilihat dari tepi jalan,” ungkapnya.

Berada di tepi jalan dengan fasilitas rumah pohon nan sejuk diakui Susanti bisa jadi alternatif rekreasi.

Selain gratis, ia mengaku bisa memberi makan kawanan kera di lokasi tersebut.

Kesejukan angin nan semilir diakui Susanti lengkap dengan udara yang bersih.

Rerimbunan pohon gondang, bambu betung dan pepohonan langka berusia ratusan tahun diakuinya jadi habitat tepat untuk ratusan kera.

“Bisa membuat konten tentang alam yang masih asri memakai video sekaligus menenangkan pikiran,”ujarnya.

Bagi warga setempat, Susilo, Taman Wisata Hutan Kera menjadi sumber kehidupan.

Sumber air yang terjaga oleh keberadaan pohon dimanfaatkan warga untuk sejumlah keperluan.

“Warga yang ingin mandi, mencuci bahkan keperluan air minum bisa mengambil di sini,” ulasnya.

Susilo bilang, semenjak infrastruktur jalan dibenahi pengunjung setiap akhir pekan meningkat.

Akses jalan yang sebelumnya rusak sebagian diaspal. Secara ekonomi kunjungan ke Taman Wisata Hutan kera berdampak positif bagi warga.

Sebab, sebagian warga menjual makanan, minuman ringan dan buah segar untuk diberikan kepada kawanan kera.

Lihat juga...