4-9-1984, Presiden Soeharto Meresmikan Universitas Terbuka

SELASA, 4 SEPTEMBER 1984 Pukul 10.00 pagi ini, Presiden Soeharto meresmikan Universitas Terbuka dalam suatu upacara di Bina Graha.

Setelah mendengarkan laporan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nugroho Notosusanto, Presiden meresmikan universitas “tertulis” atau “jarak jauh” itu dengan menekan tombol.

Dengan penekanan tombol itu terpancarlah rekaman televisi amanat Kepala Negara yang disiarkan ke seluruh penjuru tanah air. Secara simbolis hal ini mengggambarkan salah satu cara didalam proses belajar-mengajar yang dipergunakan oleh Universitas Terbuka. Kemudian acara dilanjutkan dengan siaran rekaman kuliah perdana yang disampaikan oleh Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo.

Dalam amanatnya, Presiden Soeharto mengatakan bahwa dengan adanya Universitas Terbuka, maka banyak hambatan yang selama ini membatasi kesempatan memasuki pendidikan tinggi, seperti biaya pemondokan dan transportasi.

Karena itu Universitas Terbuka merupakan jawaban yang tepat untuk memeratakan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dalam kondisi dan situasi kehidupan masyarakat Indonesia dewasa ini, terutama karena wilayah kepulauan yang sangat luas.

Namun, demikian diingatkan Presiden, memasuki pendidikan tinggi pertama-tama bukanlah hanya sekadar untuk memperoleh gelar kesarjanaan.

“Yang paling utama adalah untuk melatih berpikir jernih, teratur dengan bimbingan rasa kemanusiaan yang luhur untuk meningkatkan kualitas kita sebagai manusia yang utuh, agar kita dapat mengembangkan potensi pribadi kita yang sebesar-besarnya untuk kebaikan hidup kita sendiri dan sekaligus memberi sumbangan yang sebesar-besarnya bagi kebaikan masyarakat,” sebut Presiden Soeharto.

__________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 209-210. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Lihat juga...