Masa Mapak, Petani di Bekasi Panen Setelah Lebaran
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Petani padi di beberapa sentra persawahan wilayah Kota Bekasi Jawa Barat, memprediksi panen setelah Lebaran Idul Fitri 1441 H. Tanaman padi saat ini memasuki masa bunting atau mapak.
“Tidak ada kendala berarti, kondisi cuaca di Kota Bekasi masih bagus. Hingga tanaman padi tahun ini bisa panen maksimal,” ujar Iman, petani asal Indramayu kepada Cendana News, Senin (4/5/2020).
Iman menyewa bersama petani lainnya di Bekasi Utara bertani di lahan milik perusahaan yang belum difungsikan. Lahan disewa dengan sistem sekali panen dibayar.
“Ukuran satu hektare sekali panen, kami bayar Rp3,7 juta. Tidak pakai kontrak setahun,” ujarnya.
Dia berharap, setelah Idul Fitri nanti, harga gabah bisa stabil. Sehingga petani padi di perkotaan tidak merugi. Saat ini harga gabah mencapai Rp4000/Kg.
Namun demikian, Iman mengatakan, panen padi di wilayah Kota Bekasi lebih untung dibanding di Indramayu. Jumlah petani padi terbatas sehingga bisa memilih harga bagus.
“Jadi, siapa yang mau beli mahal maka kami akan jual ke bandar yang datang. Biasanya dalam satu hektare jumlah panen bisa mencapai 8 ton bersih,” tukasnya.
Sementara petani lainnya, Naldi, mengaku bahwa masa panen padi di Kota Bekasi, antar-petani tidak berbarengan. Pasalnya, sistem pertanian terkadang mengandalkan sistem tadah hujan, ada juga yang pengairan biasa.
“Lahan pertanian di wilayah Bekasi Utara panennya tidak berbarengan. Contoh areal sawah di belakang kantor kecamatan sudah lebih dulu panen, di tempat kami ini masih habis Lebaran nanti,” jelasnya.
Menurutnya, harga gabah di Kota Bekasi, dipastikan tetap stabil meskipun di tengah wabah pandemi Covid-19. Hal tersebut diuntungkan dengan transportasi di wilayah perkotaan.
Pera petani yang mayoritas menyewa lahan untuk bercocok tanam padi tersebut sengaja datang dari Indramayu. Selain digunakan untuk menanam padi, beberapa lahan juga dibagi untuk menanam jenis sayuran seperti kemangi, kangkung, dan lainnya.
“Sayuran biasanya untuk memenuhi kebutuhan harian, karena antara jarak tanam dan panen lebih cepat. Jadi sambil menunggu panen padi, sayuran bisa lebih dulu,” jelas Naldi, mengaku harga kemangi dan kangkung saat ini di pasaran stabil.
Dia mengaku, petani di wilayah Bekasi Utara, berharap, bisa mendapat bantuan bibit dari Pemerintah Kota Bekasi. Mereka selama ini mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan terutama bibit atau pun kemudahan lainnya.