Petani di Sleman sebut tanam padi organik lebih menguntungkan

Admin

YOGYAKARTA, Cendana News – Sekelompok petani di Sleman, mengatakan sistem pertanian padi organik lebih menguntungkan.

Petani dari Kelompok Tani Mekar Padukuhan Ngalian, Sleman, menyatakan sistem pertanian padi organik lebih menguntungkan.

Karena itu, petani anggota Kelompok Tani Mekar di Sleman menyatakan komitmennya untuk terus berinovasi dengan sistem pertanian organik dan berkelanjutan.

Minto Hartono, anggota Kelompok Tani Mekar mengungkapkan dengan menerapkan pertanian secara organik ini manfaat dan hasil panennya sangat memuaskan.

Menurutnya, dari lahan seluas 2 hektare diperoleh hasil panen 17,6 ton gabah varitas standar wangi.

Selain itu harga padi organik nilainya sangat tinggi dibandingkan padi konvensional.

“Selisih harganya hampir dua ribu rupiah per kilogramnya,” ungkap Minto, dikutip dari laman slemankab, Kamis (24/11/2022).

Dia menjelaskan, bahwa pupuk organik yang digunakan semuanya diproduksi secara mandiri.

Produksi pupuk organik tersebut dengan memanfaatkan aplikasi Asam Humat yang memacu pertumbuhan mikroba pengurai di sawah.

Semua hasil pertanian organik ini di-branding dalam produk bernama Klepon, akronim dari Kelompok Bertani Pangan Organik Ngalian.

Minto Hartono menyampaikan hal itu usai panen raya padi organik Kelompok Tani Mekar Ngalian, Rabu (23/11).

Pada panen raya tersebut hadir Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Andi Nawa Candra.

Kemudian, juga Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY Suharsono, dan Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Suparmono.

Sejumlah kepala dinas hadir dalam panen raya padi organik sekaligus untuk penyerahan sertifikat organik bagi Kelompok Tani Mekar.

Sertifikat No 446-LSPr-092-IDN-09-22 dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Andi Nawa Candra mengatakan dengan sertifikasi itu membuktikan padi organik yang dihasilkan memiliki mutu yang telah terstandardisasi.

Dia juga mengatakan, penanaman dan perlakuan secara organik ternyata bisa menjadi solusi dari tantangan ketahanan pangan.

“Ke depan sertifikasi ini harus bisa dipertahankan dan ditingkatkan, dari sertifikasi nasional menjadi tersertifikasi internasional,” kata Andi.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono meminta agar masyarakat petani mendukung upaya mempertahankan lahan pangan berkelanjutan.

Hal itu sebagai langkah mendasar mempertahankan kawasan pertanian dan menjamin ketersediaan pangan di Kabupaten Sleman.

Dia menekankan, bahwa sektor pertanian harus menjanjikan dan bernilai ekonomi tinggi. Sehingga bisa menyejahterakan petani, dan tidak kalah geliat ekonominya dengan sektor lain.

“Dengan demikian lahan pertanian bisa dipertahankan dan tidak beralih fungsi,” katanya.

Lihat juga...