Pemudik tak Bandel ini Berinisiatif Datangi Tempat Karantina

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Tidak semua pemudik membandel dan tidak mengindahkan aturan, terlebih jika sudah berkumpul dengan keluarga. Salah satunya adalah IM (23), warga Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas yang atas inisiatif sendiri mendatangi tempat karantina di GOR Satria.

“Saya pulang ke Banyumas hari Jumat (24/4/2020), langsung melapor ke RT dan melakukan karantina sendiri di rumah. Kemudian saya mendapat informasi ada tempat karantina di GOR Satria, kemudian saya datang ke sini untuk menanyakan informasi lebih lanjut,” kata IM, Selasa (28/4/2020).

IM mengaku saat pulang dari Jakarta, ia dalam kondisi sehat dan waktu melapor ke RT, ia hanya disarankan untuk karantina di rumah. Namun, kemarin ia sempat mengalami demam, sehingga memutuskan untuk datang ke GOR Satria.

“Saya ke GOR untuk menanyakan informasi karantina tadi pagi, tetapi saya belum membawa perlengkapan untuk menginap, sehingga saya minta izin untuk pulang dulu ke rumah mengambil perlengkapan menginap, karena yang disediakan di GOR hanya tempat tidur dan kamar mandi saja,” terangnya.

Siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, IM baru tiba kembali di GOR Satria dan langsung menjalani karantina. Menurutnya, tempat karantina masih sangat sepi, hanya ada enam orang yang menghuni, termasuk dirinya.

Dalam 14 hari ke depan, IM mengaku siap untuk menjalani masa karantina di GOR Satria. Semua dilakukan demi menjaga keluarganya supaya tidak terpapar Covid-19. Terlebih di rumahnya ada keponakan yang masih kecil.

“Demi keluarga saya, supaya semua tetap sehat, saya siap menjalani karantina di sini. Toh setelah dipastikan saya sehat, bisa kembali pulang ke rumah,” kata IM yang mengaku demamnya sudah sembuh.

Pemudik lainnya yang juga menjalani karantina di GOR Satria, Rs (43), warga Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara menempati ruangan karantina khusus perempuan.

Rs mengaku pulang dari Bekasi sudah lama, yaitu tanggal 10 Maret lalu. Selama ini, ia tinggal bersama adiknya di Desa Kalicupak, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Keberadaannya di Kelurahan Bobosan, karena sedang berkunjung ke rumah saudaranya dan ia menginap.

“Malam hari saya didatangi warga yang menyatakan menolak saya menginap di rumah saudara saya tersebut, sehingga saya langsung diantar ke GOR Satria ini,” tuturnya.

Rs sudah menginap semalam di GOR Satria, waktu itu baru dia sedirian yang menjalani karantina di GOR. Rs juga tidak membawa perlengkapan mandi dan kebutuhan pribadi lainnya, seperti baju ganti dan sebagainya.

“Semalam dingin sekali, saya juga tidak membawa selimut. Jadi tadi izin pulang dulu untuk mengambil perlengkapan pribadi,” katanya.

Baik IM maupun Rs siap menjalani hari-hari sepi di tempat karantina, tanpa ada televisi, radio dan fasilitas lainnya. Semua dilakukan demi menjaga keluarga mereka dari penyebaran Covid-19.

Lihat juga...