Hari Raya Paskah Jadi Harapan Berakhirnya Pandemi Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sekretaris Keuskupan Tanjungkarang, Lampung Romo Kornelius Anjarsi menyebut Paskah jadi harapan berakhirnya pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).  Dalam iman kebangkitan Yesus Kristus jadi kesempatan untuk menjadi harapan hidup kekal. Secara iman umat Kristiani diajak bersukacita sekaligus tetap waspada akan kesehatan.

Meski perayaan Ekaristi Hari Raya Paskah digelar secara terbatas, tanpa umat namun makna kebangkitan Yesus Kristus tidak berkurang. Dalam masa tanggap darurat Covid-19, Rm. Kornelius Anjarsi berharap umat tetap bisa menjaga jarak aman, tetap berada di rumah. Kemeriahan Paskah digaungkan dalam kesederhanaan dalam harapan hidup kekal.

Paskah sebagai sukacita bagi umat Kristiani harapan akan hari depan. Melalui Paskah menjadi perutusan bahwa manusia selalu memiliki harapan. Seperti pada hari hari terakhir saat pandemi Covid-19 mulai menebarkan ketakutan bagi semua orang maka selalu ada harapan baru. Harapan Paskah menurutnya juga keyakinan umat Kristiani dibebaskan dari dosa.

“Paskah sebagai kebangkitan Yesus Kristus sekaligus memberi kesaksian akan perutusan yang ilahi bahwa manusia diajak menikmati hidup kekal bersama Allah,” terang Romo Kornelius Anjarsi sebagai selebran utama Ekaristi Hari Raya Minggu Paskah di kapel radio Suara Wajar, Minggu (12/4/2020).

Rm. Yohanes Dwi Wicaksono,SCJ ketua Komsos Keuskupan Tanjungkarang, Lampung saat menyampaikan homili Ekaristi Hari Raya Paskah, Minggu (12/4/2020). -Foto Henk Widi

Senada dengan Sekretaris Keuskupan, Romo Yohanes Dwi Wicaksono yang menyampaikan homili menyebut umat Kristiani diajak untuk tetap waspada pada Covid-19. Selama masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah umat Kristiani diajak untuk tetap berada di rumah. Sejumlah protokol kesehatan tetap harus dipatuhi.

“Meski gerak kita terbatas namun hati dan sukacita serta dinamika hidup tetap harus dijalani,” terang Romo Yohanes Dwi Wicaksono.

Ketua Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang itu menyebut banyak hal kreatif bisa dilakukan saat berada di rumah. Melalui sejumlah medis sosial dalam keterbatasan masih tetap bisa dilakukan. Dalam keterbatasan ia bahkan menyebut Ekaristi Paskah yang dijalankan tanpa umat digelar menggunakan live streaming.

Merenungkan kebangkitan Yesus Kristus sekaligus berdoa bagi orang yang terimbas Covid-19 dan tenaga medis. Sebab meski terpisah jarak umat Kristiani masih tetap bisa menyalurkan bantuan untuk meringankan beban. Dalam proses masa pandemi Covid-19 segala sesuatu yang dilakukan di rumah harus dihayati dalam iman. Sebab dengan ada di dalam rumah tidak menghalangi umat tetap mendekatkan diri pada Tuhan.

Perayaan Ekaristi Hari Raya Paskah yang dilakukan secara live streaming tetap bisa diikuti oleh umat. Christeva,salah satu umat menyebut live streaming tidak menghalanginya untuk memaknai kebangkitan. Perayaan Ekaristi yang kerap dilakukan pada gedung gereja menurutnya tetap bisa diikuti dengan media elektronik.

“Melalui ibadah di rumah menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri dengan keluarga,” cetusnya.

Merayakan Paskah pada tahun ini ia bahkan tidak bisa berkunjung dan berkumpul dengan rekan se-Paroki. Sebagai gantinya sesuai dengan pesan ketua Komsos Tanjungkarang penggunaan media sosial digunakan untuk saling mengucapkan selamat Paskah. Hingga malam hari ia bahkan tetap bisa mengucapkan Paskah dengan video call dengan saudara yang ada di daerah lain tanpa bertemu.

Lihat juga...