Daop 5 Purwokerto Batalkan 76 Perjalanan KA
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
PURWOKERTO — Setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dan di beberapa wilayah lainnya, perjalanan KA yang dibatalkan semakin bertambah. Sampai saat ini tercatat sudah ada 72 KA jarak jauh dan 4 KA lokal di wilayah Daop 5 Purwokerto yang dibatalkan perjalanannya.

Humas Daop 5 Purwokerto, Supriyanto mengatakan, banyaknya perjalanan kereta api (KA) yang dibatalkan, dimanfaatkan Daop 5 Purwokerto untuk melakukan perawatan jalur KA. Jika pada situasi normal, untuk melakukan perawatan, petugas harus menunggu jeda waktu KA yang melintas.
“Sekarang justru kegiatan perawatan bisa lebih maksimal dilakukan, karena jarak antar KA yang melintas cukup jauh,” terangnya, Sabtu (18/4/2020).
Perawatan prasarana yang dilakukan antara lain mengecek jalur lengkungan, perawatan pada titik-titik rawan seperti di wesel dan jembatan dan lainnya. Petugas juga melakukan penambahan batu balas, penggantian rel pada beberapa titik yang perlu diganti, juga pergantian bantalan rel dan sebagainya.
“Kegiatan perawatan ini dilaksanakan dengan menggunakan mesin berat maupun manual, tergantung kebutuhan. Hal ini untuk lebih meningkatkan kehandalan prasarana serta tetap menjaga keamanan perjalanan KA. Dan dalam kegiatan perawatan tersebut, petugas tetap mematuhi protokol pencegahan Covid -19,” jelas Supriyanto.
Disebutkan juga, di wilayah Daop 5 Purwokerto masih ada 15 KA jarak jauh dan 4 KA Prameks yang masih beroperasi. Namun, jumlah penumpangnya menurun drastis.
KA jarak jauh dan Lokal serta KA barang yang masih beroperasi dan melewati wilayah Daop 5 Purwokerto, yaitu KA Wijayakusuma relasi Cilacap – Surabaya Gubeng – Ketapang PP; KA Bima relasi Surabaya Gubeng – Gambir PP; KA Ranggajati relasi Cirebon – Surabaya Gubeng – Jember PP; KA Kahuripan relasi Blitar – Kiaracondong PP; KA Joglosemarkerto relasi Purwokerto- Semarang – Solo 2 PP; KA Kamandaka relasi Purwokerto – Semarang ada 3 KA; KA Prameks relasi Kutoarjo – Solo sebanyak 4 KA dan 20 KA barang.
“Pembatalan tiket KA di wilayah Daop 5 Purwokerto mulai 1 Maret hingga minggu kedua bulan April sudah mencapai 24.582 tiket. Yang melakukan perubahan jadwal perjalanan KA ada 5.663,” kata Supriyanto.
Sementara itu, salah satu calon penumpang KA yang membatalkan tiketnya, Adit mengatakan, semula ia berencana akan pulang ke Jakarta, karena kuliah sudah lama libur dan di tempat kos juga sudah sepi. Namun, setelah mendapat informasi perjalanan KA sangat sepi dan dalam satu gerbong bisa hanya terisi dua orang, Adit memilih untuk membatalkan tiketnya.
“Kata teman saya, horor di kereta, sepi satu gerbong hanya 1-3 orang. Jadi saya batalkan, saya pulang menunggu satu minggu lagi saja, bareng dengan saudara yang akan ke Jakarta dengan kendaraan pribadi,” tuturnya.