Jalinsum ‘Zero Hole’ Ditargetkan Selesai Sebelum Lebaran
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Sistem tambal sulam dalam perbaikan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ditarget selesai sebelum lebaran. Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kementerian PUPR saat ini tengah melakukan perbaikan pada sejumlah ruas. Program jalan tanpa lubang (zero hole) dilakukan untuk memberi kenyamanan pengendara.

Agus, pengawas perbaikan Jalinsum dari Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kementerian PUPR menyebutkan, prioritas perbaikan dilakukan pada titik jalan berlubang dan bergelombang. Di wilayah Penengahan, diperbaiki sepanjang kurang lebih 3 kilometer pada sejumlah desa.
“Sejak bulan Januari hingga Februari upaya perbaikan Jalinsum telah dilakukan oleh Satker P2JN namun kerusakan kembali terjadi pada sejumlah ruas selama musim penghujan, sekaligus kendaraan bertonase berat yang melintas,” terang Agus saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (18/4/2020)
Meski pada tahun ini lebaran Idul Fitri dianjurkan tidak dilakukan kegiatan mudik, perbaikan jalan tetap dilakukan. Kondisi jalan yang mulus menurutnya memudahkan distribusi barang dan lalu lintas masyarakat.
“Kondisi jalan yang mulus tanpa lubang tentunya akan memperlancar kendaraan, memangkas waktu tempuh,” beber Agus.
Sakirin, salah satu pengemudi kendaraan ekspedisi menyebutkan, ia kerap mengeluhkan sistem tambal sulam Jalinsum. Menurutnya sejumlah titik yang berpotensi rusak diakibatkan konstruksi pondasi yang labil.
“Perbaikan jalan yang telah dilakukan dua bulan silam saja sudah kembali rusak, sebaiknya konstruksi aspal diganti rigit beton saja,” bebernya.
Sejumlah ruas di Jalinsum yang dibangun dengan konstruksi rigid beton menurutnya lebih awet. Ia bahkan mencontohkan pada ruas perbatasan Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Bakauheni yang lebih awet. Sebaliknya pada ruas Jalinsum di Penengahan hingga Kalianda yang dibangun dengan aspal lebih cepat rusak.
Imbas kerusakan pada Jalinsum sebagai pemilik usaha ekspedisi kerap mengalami kerugian. Kerugian yang dialami meliputi waktu tempuh lebih lama. Sebab sejumlah titik jalan berlubang, bergelombang mengakibatkan ia memacu kendaraan lebih lambat.
Perbaikan Jalinsum yang ditarget selesai sebelum lebaran menurutnya mutlak dilakukan. Sebab sebelum masa puasa Ramadan memasuki masa panen jagung dan padi. Distribusi komoditas pertanian antar kecamatan bahkan sebagian antar pulau membutuhkan kondisi jalan yang baik.