Dampak Pandemi Covid-19, Ekonomi Global Suram
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, menilai, dampak pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, membuat out look ekonomi global menjadi terlihat suram.
“Jika perencanaan ekonomi untuk mengatasi dampak tidak dilakukan cepat dan komprehensif, maka kurva pemulihan ekonomi akan cenderung berbentuk U ketimbang V,” ujar Suharso, Rabu (15/4/2020), di Jakarta.
Kurva V artinya pemulihan akan terjadi lebih cepat, namun kurva U artinya pemulihan akan membutuhkan waktu cukup lama.
“Setiap negara dampaknya berbeda-beda tergantung dari seberapa cepat penanganan wabah itu sendiri di sektor kesehatan maupun sektor perekonomian,” tandasnya.
Pemerintah Indonesia sendiri, hingga saat ini telah melakukan berbagai cara untuk menjaga agar stabilitas ekonomi nasional tidak mengalami keterpurukan.
Terhitung sejak bulan ini, pemerintah mulai menyusun perencanaan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP 2021) agar digunakan untuk merancang kerangka pendanaan pembangunan nasional 2021.
“Tema RKP 2021 kita ubah, fokusnya adalah bagaimana mempercepat pemulihan ketahanan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Dengan fokus utamanya pemulihan industri, pariwisata, investasi, dan penguatan sistem kesehatan nasional,” tukas Suharso.
Dalam penyusunan proyek dan pendanaan, Bappenas saat ini sedang mengidentifikasi sasaran kegiatan atau proyek prioritas yang terdampak kondisi Covid-19 dan perubahan pagu tahun anggaran 2020 serta langkah pemulihan pasca Covid-19.
Selain itu, memperkirakan anggaran proyek yang tertunda di tahun 2020 dan yang siap dilaksanakan pada tahun 2021.
“Integrasi dan kesiapan proyek akan dimatangkan dalam bahasan khusus dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” ungkapnya.