Minat Baca Rendah, Gedung Pustaka Modern Dibangun di Pesisir Selatan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menargetkan pada tahun 2021 mendatang, gedung perpustakaan modern telah bisa digunakan di daerah tersebut. Pembangunan direncanakan dimulai tahun ini, dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, ditargetkan pelaksanaan pembangunan gedung yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut sudah bisa dimulai pada April 2020 mendatang, dan diupayakan tuntas pada Desember 2020.
Dengan adanya pembangunan gedung perpustakaan modern itu, Bupati mengakui sarana dan prasarana masih terbatas untuk penunjang pada gedung perpustakaan milik daerah sebagaimana saat ini. Ia menilai rendahnya minat masyarakat berkunjung ke perpustakaan, karena minimnya sarana dan prasarana tersebut.
“Makanya kita ingin membangun gedung perpustakaan yang modern. Sehingga dapat mengundang masyarakat, dan membuat minat baca meningkat di masa mendatang,” katanya, Sabtu (29/2/2020).
Untuk itu, dikatakannya sebelum dimulai pembangunan, sekarang Unit Layanan Pengadaan (ULP), sudah melakukan proses pelelangan. Anggaran Rp10 miliar tersebut juga disediakan dengan perhitungan, pembangunan itu tuntas 100 persen.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Pesisir Selatan, Mawardi Roska, menjelaskan bahwa gedung tersebut akan dibangun di jalan Imam Bonjol Painan pada lahan seluas 2.508 M2. Infrastruktur bangunan adalah berlantai tiga, dengan fisik bangunan memvisualisasikan hakikat perpustakaan ke depan.
“Jadi pada lantai dasar terdapat pentas literasi, kantin literasi, ruang layanan anak/rumah pintar, ruang penitipan anak, dan musala. Sedangkan pada lantai dua adalah ruang perpustakaan konvensional, ruang perpustakaan digital, ruang melukis dan mewarnai,” jelasnya.
Ia menyebutkan istimewanya lagi, tidak hanya sekedar menyediakan buku, pada lantai tiga tersebut, nantinya akan dibangun pula studio mini, ruang rapat/pelatihan, ruang pengolahan bahan pustaka, serta aksesoris tulisan surat Al Alaq (ayat 1-5), miniatur gambar orang barabab (babiola), miniatur sapi pasisie, miniatur pitih kambang, dan miniatur itik bayang.
Sehingga untuk melengkapi berbagai sarana dan prasarana penunjangnya pada perpustakaan konvesional, perpustakaan digital, studio, buku-buku dan lain sebagainya, pihaknya juga akan mengajukan anggaran ke Pemerintah sebesar Rp 3,5 miliar.
“Anggaran Rp 3,5 miliar ini, akan kita ajukan ke Bidang Pendidikan Sub Bidang Perpustakaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kita berharap proposal yang sudah kita persiapkan saat ini bisa terkabul, agar penyediaan berbagai sarana dan prasarana tersebut bisa terkabul pada tahun 2021 mendatang,” ungkapnya.
Selain berupaya mendirikan bangunan untuk menarik minat baca masyarakat, Mawardi mengatakan, pihaknya juga menguatkan adanya literasi. Tergetnya untuk di lingkungan dunia pendidikan, karena jenjang pendidikan membaca adalah hal wajib yang harus dilakukan.
“Karena Literasi tidak hanya tentang bagaimana membiasakan membaca, namun lebih dari itu, literasi juga mencakup tentang bagaimana melahirkan karya tulis seperti buku dan sebagainya.
“Jadi memang di berbagai sekolah dan madrasah belakangan ini sedang giat-giatnya membudayakan literasi terutama bagi para pelajar maupun kalangan pendidik,” sebutnya.