Mobil Wisata Nusantara TMII Edukasi Budaya Bangsa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Mobil Wisata Nusantara menjadi transportasi yang difavoritkan pengunjung saat berkeliling di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang dibangun oleh Ibu Negara Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto.

Desain mobil warna cerah ini terhiasi ragam seni budaya bangsa, seperti gerak gemulai para penari yang menari khas daerah Jakarta, Sumatera Barat, Kalimantan dan lainnya.

Mobil ini juga dihiasi ragam replika rumah adat daerah dan wahana rekreasi yang sarat edukasi budaya. Juga saat penumpang duduk manis di dalam mobil ini, lagu-lagu khas daerah diputar hingga dapat mengobati rindu kampung halaman.

Mobil Wisata Nusantara TMII melintasi Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). Foto: Sri Sugiarti

Dari atas mobil, seorang pemandu wisata (guide) bernama Yuyun menjelaskan ragam budaya yang ada di area TMII.

“Di sebelah kiri, ada Anjungan Sumatera Barat, yang rumah adatnya sangat unik. Di kanan, danau miniatur Indonesia dengan hamparan ribuan pulau. Nah ini, Anjungan Aceh, ada rumah pahlawan nasional Cut Nyak Dien,” jelas Yuyun.

Sepanjang perjalanan mengelilingi area TMII seluas 150 hektar, Yuyun pun terus menjelaskan ragam budaya daerah begitu juga museum dan wahana rekreasi.

“Nah, saat ini kita berada di depan Taman Burung. Di taman ini terdapat sekitar 164 jenis burung khas Indonesia, dengan jumlah 1.000 ekor lebih. Di depan Taman Burung, itu Museum PP IPTEK,” ujarnya.

Pengelola Mobil Wisata Nusantara TMII, Iman Siswoyo, mengatakan, mobil wisata ini disediakan khusus bagi pengunjung untuk berkeliling di kawasan TMII, untuk melihat keindahan ragam budaya daerah.

Pengelola Mobil Wisata Nusantara TMII, Iman Siswoyo, saat ditemui di TMII, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). Foto: Sri Sugiarti

Bagaimana pengunjung naik Mobil Wisata Nusantara TMII ini, yakni kata Iman, selain mengenal Indonesia dalam bentuknya yang kecil, juga mereka merasa nyaman mendapati edukasi budaya bangsa dari pemandu dan supir mobil ini.

“Yang membedakan lagi, ada guide yang memberikan informasi ragam budaya yang ada di TMII, satu per satu dijelaskan anjungan, museum, wahana rekreasi, juga termasuk harga tiket masuknya. Alunan musik daerah bisa dinikmati saat naik mobil ini. Jadi mereka senang naik mobil ini karena ngerti TMII,” kata Iman kepada Cendana News, Sabtu (29/2/2020).

Sehingga kalau wahana rekreasi dan museum ada diskon khusus tiket masuk, maka kata dia, unit itu harus memberitahu pihak pengelola Mobil Wisata Nusantara.

Sehingga pemandu dan supir nantinya dapat menyampaikam diskon tersebut. “Kita semacam sarana promosi juga buat teman-teman unit usaha lain. Jadi diskon itu akan disampaikan oleh guide dan supir kepada pengunjung yang naik mobil ini,” urainya.

Sehingga kata Iman, dengan cukup merogoh uang Rp 10.000, pengunjung sudah bisa keliling kawasan TMII dengan fasilitas mobil ini. Mereka juga menjadi paham tentang ragam budaya.

“Dengan biaya murah, mereka senang dan ngerti TMII. Sebab saya pernah survei, mereka datang ke TMII untuk rekreasi. Mereka biasanya hanya duduk di teras Plaza Tugu Api Pancasila dan juga di bawah pohon sekitaran area Plaza. Tapi saat mereka naik mobil ini, jadi terhibur dan tahu budaya daerah, ya karena guide menjelaskan,” ungkap Iman.

Antusias pengunjung naik mobil wisata ini, menurutnya, sangat luar biasa. Karena wahana transportasi ini merupakan salah satu budaya.

Sehingga kepuasan mereka menaiki mobil wisata ini kemudian dapat disampaikan kepada saudaranya atau temannya.

Terkait edukasi budaya yang disampaikam guide dan supir kepada pengunjung, yakni kata Iman, mereka terlebih dulu mendapatkan arahan dari manajemen TMII.

“Tapi mereka kadang ditambahin kata-katanya. Karena ini kan rekreasi sesuatu yang menggembirakan, selain nyanyian juga biasanya ada kalimat yang lucu. Jadi penumpang yang tadinya tegang bisa ketawa,” jelasnya.

Dalam operasionalnya, wahana transportasi ini sudah ada di TMII, sejak lama. Namun karena suatu hal, kemudian manajemen TMII menunjuk CV. Mitra Inti Sejahtera untuk mengelolanya.

Untuk menarik pengunjung, mobil wisata ini didesain dengan warna-warna cerah merah, kuning, orange, dan hijau. Desain mobil ini juga menampilkan budaya Indonesia yang terukir di badan mobil tersebut.

“Mobil Wisata Nusantara ini, saya melanjutkan. Awalnya yang mengelola TMII. Kita sudah dua setengah tahun kelola mobil ini, dengan perubahan desain suasana rekreasi yang ramai,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, ada 10 unit Mobil Wisata Nusantara, terdiri dari 4 unit gandeng, 3 unit bus dan 3 unit cary.

Namun tidak semua mobil itu beroperasi setiap hari. Selalu melihat suasana karena bagaimanapun antara Sabtu-Minggu dan hari biasa lonjakan pengunjung berbeda.

Untuk hari Senin hingga Jumat itu, biasanya dua unit mobil yang dioperasikan. Mulai pukul 07.00 WIB sudah melayani penumpang, dan pukul 18.00 WIB, mobil itu masuk garasi yang ada di dekat kantor pos keamanan TMII.

Pengunjung menaiki Mobil Wisata Nusantara untuk menikmati keindahan ragam budaya bangsa di kawasan TMII, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). Foto: Sri Sugiarti

“Jadi memang harus dipelajari tidak bisa asal, tapi harus efektif dan efisien. Kalau hari biasa, cuma dua unit yang operasi, Sabtu dan Minggu juga hari libur sekolah dan hari raya, semua unit itu kita keluarkan. Karena kan pengunjung pasti banyak,” jelasnya.

Namun demikian dia tidak menampik, fluktuasi ekonomi juga berpengaruh. Karena orang berpikir rekreasi itu nomor dua, dan kebutuhan primer lebih utama.

“Penurunan penumpang ada, cuma masih bisa hidup dan saya meyakini tidak begini terus, nanti pasti saatnya ekonomi bagus lagi,” ujarnya.

Karena mobil wisata ini merupakan wahana edukasi budaya, maka ke depan kata Iman, pihaknya mengembangkan dengan membuat paket wisata bekerjasama dengan unit usaha yang ada di TMII.

“Misalnya dengan Dunia Air Tawar. Jika rombongan ingin ke wahana itu cukup dengan gunakan tiket kita dengan harga sekian per jam, tentu akan lebih murah. Jadi kita bikin paket sudah jelas, ke Dunia Air Tawar, naik mobil wisata, mereka mau foto atau lainnya, kita tungguin. Atau mau carter cuma keliling TMII saja. Ini wacana tapi sebentar lagi jelang HUT TMII kemungkinan sudah berlaku paket ini,” ujarnya.

Menurutnya, TMII ini sebuah taman rekreasi Indonesia yang besar dalam bentuk kecil. Gambaran Indonesia itu ada di TMII, bukan hanya bentuk fisik tapi juga pelayanan maksimal bagi pengunjung juga tersaji.

Terkait pelayanan itu, Iman akan berupaya memberikan yang terbaik. Yakni bagaimana pengunjung senang naik mobil wisata ini karena menjadi lebih tahu budaya bangsa.

Hal ini sangat bermanfaat buat TMII dan juga pengunjung. Sehingga meskipun dipengaruhi budaya luar, tapi masih banyak orang yang senang berkunjung ke TMII.

“Jadi memang ke depan harus dipikirkan bersama untuk menarik pengunjung, apalagi menjelamg HUT TMII kan momen-momen kita promosi. Ya seperti paket wisata yang kita wacanakan,” pungkasnya.

Lihat juga...