Banjir Hambat Akses Destinasi Wisata Pantai Tanjung Sembilang
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Banjir akibat luapan Sungai Way Sekampung di Kecamatan Sragi Lampung Selatan (Lamsel) hambat akses wisata.
Ahmad Rizal, pengurus objek wisata Pantai Tanjung Sembilang menyebut akses jalan penghubung terimbas luapan Sungai Way Sekampung sejak dua hari terakhir. Akses jalan dari Dusun Bunut Utara ke Umbul Besar sebagai akses utama bahkan sulit dilintasi kendaraan.

Akses bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas terpaksa menggunakan tanggul penangkis. Meski demikian saat penghujan tanggul penangkis yang berupa jalan tanah liat sulit dilintasi kendaraan. Saat hari biasa dengan akses jalan mudah, Ahmad Rizal menyebut wisatawan memanfaatkan waktu untuk mengunjungi objek wisata Pantai Tanjung Sembilang.
Tawaran keindahan pantai berkonsep eko wisata mangrove api api (Avicennia), bakau (Rhizopora) tersebut terhambat infrastruktur. Pada saat musim kemarau sejumlah akses jalan yang rusak masih bisa dilintasi motor dan mobil. Namun saat penghujan berbarengan dengan luapan Sungai Way Sekampung berimbas jalan terendam air sungai.
“Kendaraan yang akan menuju ke Dusun Kuala Jaya tempat Pantai Tanjung Sembilang berada harus memilih akses jalan yang tidak tergenang air tapi luapan Sungai Way Sekampung justru membuat pengunjung enggan datang,” papar Ahmad Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (2/2/2020).
Ruas jalan yang tergenang air luapan Sungai Way Sekampung mencapai satu kilometer. Sejumlah kendaraan bermotor yang memiliki mesin dan knalpot rendah dipastikan kesulitan melintas. Akses jalan alternatif pada tanggul penangkis sebagai penghubung antar dusun yang kondisinya memprihatinkan terpaksa digunakan.
Ahmad Rizal menyebut untuk sementara waktu ia memastikan selama banjir tidak ada wisatawan berkunjung. Selain akses yang sulit dijangkau akibat jalan tergenang air, sebagian pengurus objek wisata sementara menjadi relawan. Relawan penanganan banjir bagi warga di sekitar bantaran Sungai Way Sekampung.

Laki laki yang juga pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Maju Bersama Desa Bandar Agung menyebut ia bertugas membuat shelter dan distribusi bantuan. “Saat ini pengurus objek wisata sedang fokus menjadi relawan jadi pengelolaan pantai Tanjung Sembilang sementara diliburkan,” beber Ahmad Rizal.
Ahmad Rizal menyebut objek wisata Pantai Tanjung Sembilang idealnya dikunjungi saat musim kemarau. Sebab akses jalan menuju ke objek wisata dengan sajian pohon mangrove itu sangat sejuk. Memiliki treking mangrove dari bambu yang indah lokasi tersebut bisa dijadikan destinasi. Namun selama musim penghujan ia menyarankan kunjungan sementara ditunda karena akses jalan yang sulit dilintasi.
Jupri, salah satu penyuka fotografi menyebut akses menuju ke objek Pantai Tanjung Sembilang cukup menantang. Namun saat penghujan akses jalan sulit dilintasi. Meski demikian penghobi pengamatan burung (bird watching) itu memastikan Pantai Tanjung Sembilang masih bisa dikunjungi saat kondisi akses jalan kering. Keindahan dan kesejukan Pantai Tanjung Sembilang menurutnya terkendala saat musim banjir.
“Saat musim penghujan dengan luapan air sungai masuk ke perkampungan warga wisatawan juga pasti akan enggan datang,” paparnya.
Akibat banjir luapan Sungai Way Sekampung sekitar 26 rumah di bantaran masih terendam. Sejumlah bantuan makanan berupa mi instan, ikan sarden, makanan tambahan untuk anak, selimut dan matras masih disalurkan. Warga yang sebagian bekerja sebagai petambak, pengelola objek wisata bahkan sementara memilih istirahat. Sebab sebagian warga membantu kerabat yang rumahnya tergenang air.