Korban Kebakaran Pasar Alahan Panjang Sumbar Terima Bantuan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
SOLOK – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyerahkan bantuan untuk 18 pemilik petak toko yang menjadi korban kebakaran pasar yang terjadi di Pasar Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, pada Selasa kemarin.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, bantuan yang diserahkan tersebut sebesar Rp70 juta, yang berasal dari Pemprov dan Badan Amil Zakat (Baznas) Sumatera Barat. Dengan bantuan tersebut, Nasrul berharap, bisa meringankan beban bagi para korban kebakaran, dan semoga bisa beraktivitas kembali seperti biasanya.
Menurutnya, untuk saat ini hal yang perlu dipikirkan ialah membantu korban dulu. Sementara untuk persoalan kondisi pasar dalam arti perbaikan, menjadi kewenangan dari Pemerintah Kabupaten Solok.
Ia meminta agar Pemkab Solok segera memperbaiki kondisi Pasar Alahan Panjang, pasca kebakaran. Apalagi di Pasar Alahan Panjang merupakan pasar sayur, sehingga penting untuk segera diperbaiki.
“Atas nama pemerintah provinsi Sumatera Barat dan pribadi saya mengucapkan duka atas musibah yang menimpa ini. Saya mengimbau para pedagang yang terkena musibah ini untuk bangkit kembali, musibah ini menjadi ujian dan pelajaran bagi kita semua,” sebutnya, Jumat (21/6/2019).
Dikatakannya, bantuan tersebut nantinya akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing korban, melalui data yang diberikan oleh Pemerintah Nagari yang ada di daerah Kabupaten Solok.
“Saya minta kepada Wali Nagari untuk meminta nomor rekening para korban secepat mungkin, kemudian serahkan kepada kami dan akan segera kami transfer,” ungkapnya.
Dengan kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit ini, Nadirwal salah seorang pedagang sepatu yang menjadi korban mengaku, mendapat angin segar karena datang dengan membawa bantuan.
Bantuan yang diberikan itu nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dagangannya, setelah ada beberapa barang yang hangus terbakar.
“Alhamdulillah dengan bantuan ini nantinya akan mengurangi beban saya. Kerugian yang saya dapat sekitar Rp100 juta. Dagangan saya itu sepatu untuk keperluan sekolah. Jadi memang banyak stok sepatu dalam toko, karena saat ini sudah mendekati tahun ajaran baru sekolah,” terangnya.
Sementara itu, Camat Lembah Gumanti, Zaitul Ikhlas, mengatakan, kebakaran ini terjadi pada Selasa (18/6/2019) sekitar pukul 04.30 WIB. Akibat kebakaran tersebut diperkirakan total kerugian sebesar Rp800 juta.
Ia menyebutkan ketika kebakaran terjadi di malam itu, masyarakat Alahan Panjang berhamburan keluar rumah memberikan bantuan pemadaman.
Bahkan satu unit mobil Damkar Kabupten Solok yang dikonsentrasikan di kawasan Alahan Panjang berjibaku bersama masyarakat memadamkan api selama satu jam lebih.
Mengingat kondisi bangunan tua yang mayoritas terbuat dari kayu, kobaran api merambat dengan cepat sehingga sulit dikendalikan. Warga yang berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya juga tak mampu berbuat banyak.
Api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 04.00 Wib menjelang subuh, setelah 1 tim pemadam dari Kabupaten Solok yang biasa stand by di Alahan Panjang turun ke lokasi kejadian berjibaku bersama warga setempat.
Ada sebanyak 12 petak toko yang posisinya saling berdempet, habis semua. Sementara 10 petak lainnya rusak parah.
Disebutkannya, pasar tradisional tersebut merupakan pasar serikat 7 nagari yang ada di Kecamatan Lembah Gumanti. Pasar ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat yang ada di wilayah Selatan Kabupaten Solok.
Sebelumnya, Kapolres Solok AKBP, Ferry Irawan melalui Kapolsek Lembah Gumanti, Iptu Amin Nurrasid, SH mengatakan para korban yang kiosnya mengalami musibah kebakaran, merupakan milik Peri (48) warga Salimpat, Hendro (35), Deni (35), Tek Enti (55), Nanda (38) dan Jamalus (50), semuanya warga Alahan Panjang.
Ada sebanyak 18 kios yang terbakar. Sedangkan enam kios diantaranya dalam keadaaan kosong.
Kendati penyebab kebakaran diperkirakan akibat konsleting arus pendek, namun pihak kepolisian Lembah Gumanti masih terus melakukan penyelidikan tentang penyebab terjadinya kebakaran di pasar tersebut.