Sambut Ramadan, Warga Magelang Gelar “Bajong Banyu”
MAGELANG – Masyarakat Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggelar tradisi Bajong Banyu, Rabu (1/5/2019).
Acara tersebut digelar warga untuk menyambut bulan suci Ramadan 1440 H. Tradisi saling lempar air, yang berlangsung di hamparan tanah lapang di Dusun Dawung tersebut, diikuti seluruh warga Dusun Dawung mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Prosesi diawali dengan pengambilan air oleh tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat di Sendang Dawung. Sendang tersebut berada sekira 300 meter dari lokasi Bajong Banyu. Air dari sendang dibawa dengan sejumlah kendi menuju lokasi prosesi Bajong Dawung.
Di lokasi prosesi air dituang ke dalam sebuah gentong. Selanjutnya air di dalam gentong digunakan untuk membasuh muka warga satu per satu. Air dituangkan dengan gayung oleh sesepuh dusun.
Usai membasuh muka, warga saling melempar air yang sudah disiapkan di dalam sejumlah kantong plastik. Dalam rangkaian Bajong Banyu tersebut juga dipentaskan sejumlah kesenian tradisional.
Koordinator kegiatan, Gepeng Nugroho, mengatakan, tradisi tersebut mengandung makna membersihkan diri, sebelum menjalani ibadah puasa Ramadan. “Kegiatan ini wujud dari budaya di kampung kami menjelang bulan Ramadan. Kita adakan acara perang air Bajong Banyu, dengan prosesi yang sudah dilakukan sebelumnya mulai dari pengambilan air, kemudian saling membasuh muka masing-masing, kemudian diakhiri dengan saling melempar air antarwarga,” jelasnya.
Makna dari kegiatan tersebut adalah, ketika masyarakat saling menyerang, saling membasahi dengan anggota masyarakat yang lain tetapi mereka tetap bergembira. “Mereka justru saling memberikan dorongan satu sama lain untuk berbasah-basahan,” tandasnya.
Hal itu seharusnya menginspirasi dinamika interaksi sosial dalam masyarakat. “Persoalan di masyarakat itu pasti ada, tetapi ketika pikiran positif masyarakat dalam berinteraksi sosial maka menjadikan masyarakat bisa hidup rukun,” tandasnya.
Seorang warga Dawung, Nuryanto (27), merasa senang bisa mengikuti tradisi Bajong Banyu. Meskipun harus berbasah-basahan, Dia tetap bersemangat mengikuti seluruh prosesi. “Kami selalu mengikuti tradisi saling lempar air ini untuk menyambut bulan Ramadhan tahun ini,” pungkasnya. (Ant)