Bupati Sikka Tugaskan 1.500 ASN ke Dusun
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Pemerintah kabupaten Sikka, kembali mengeluarkan kebijakan mengenai Aparatus Sipil Negara (ASN) yang akan ditugaskan ke dusun-dusun di kabupaten setempat.
“Kami akan tempatkan 1.500 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan pendampingan di dusun-dusun. Penugasan ini tentunya akan dibuatkan denga surat keputusan bupati,” sebut Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Selasa (28/5/2019).
Dikatakan Robi, sapaannya, para ASN yang ditugaskan di setiap dusun tersebut harus mampu mengetahui, melakukan identifikasi serta memahami situasi masyarakat di wilayah tersebut. ASN juga harus mengetahui kondisi kemiskinan di dusun tersebut.

“Semua data, termasuk kemiskinan dan sumber daya manusia serta berbagai aspek kehidupan masyarakat dusun harus diketahui. Mereka juga harus mampu menjabarkan program kerja pemerintah kabupaten,” ungkapnya.
Saat membuka kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-15 Hari Kesatuan Gerak PKK ke- 47 dan Hari Keluarga ke-26 di Kabupaten Sikka, Robi berharap, agar kegiatan tersebut jangan menjadi seremonial tahunan.
“Ini bukan seremonial tahunan saja, tetapi jadikan ini sebagai momentum untuk membangun desa. Semangat gotong royong yang selama ini ada di masyarakat harus selalu ditingkatkan,” pesannya.
Kesulitan akses jalan di kecamatan Mego, tempat dilangsungkan kegiatan BBGRM, kata Robi, juga harus ditingkatkan. Dirinya berjanji, pada 2020, jalan menuju Pati Moa sudah tuntas dikerjakan. Selain itu, kebutuhan akan air bersih juga sudah harus terpenuhi.
Kepala Dnas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Robertus Ray, mengatakan BBGRM dilaksanakan di tingkat kabupaten, di Mego dilaksanakan dua hari, tanggal 27 sampai 28 Mei 2019. Kegiatan ini diharapkan bisa membangkitkan kembali budaya gotong royong di masyarakat.
“BBGRM juga meningkatkan kepedulian masyarakat, mendukung serta menjaga hasil pembangunan yang sudah ada. Kegiatan BBGRM juga dilakukan dengan penanaman padi di sawah dan sengon, “ ungkapnya.
Dalam kegiatan BBGRM tingkat kabupaten, tambah Robert, sapaannya, juga dilakukan pembukaan jalan Arawawo-Patimoa sepajang 3,8 kilometer. Ada juga pembangunan rumah konstruksi bambu semen serta kegiatan lainnya.
Frederikus Nong, warga Kabupaten Sikka, berharap agar penugasan ASN ke dusun jangan hanya sekadar program saja. Para ASN tersebut pun harus dibekali dengan target dan ada evaluasinya.
“Harus ada target kerja dan evaluasi. Kalau tidak mampu menjalankan tugas yang diberikan, maka bisa dikenakan sanski atau teguran. Hadirnya ASN harus mampu membantu masyarakat dan pemerintah desa,” tegasnya.