Dari Penyewaan Homestay Damandiri, Suyatmi Punya Penghasilan Bulanan
Editor: Mahadeva
YOGYAKARTA – Sejak mendapat program bantuan bedah rumah dari Yayasan Damandiri di 2017 lalu, Kehidupan Suyatmi (50) secara perlahan nampak mulai berubah menjadi lebih baik.
Melalui program Desa Mandiri Lestari (Damandiri) yang ada di desanya, rumah Sutatmi yang sebelumnya dikategorikan kurang layak huni, direnovasi oleh Yayasan Damandiri, menjadi sebuah pondokan atau homestay.
Selain dibuatkan dua buah kamar pondokan beserta kamar mandi, Suyatmi juga diberi sejumlah perabot untuk mendukung keperluan penyewaan homestay. Mulai dari tempat tidur springbad, rak lemari hingga kipas angin.
Selama kurang lebih dua tahun berjalan, dan sempat mengalami pasang surut, usaha homestay yang dirintis warga Kemusuk Kidul, Argomulyo, Sedayu, Bantul itu, kini mulai nampak membuahkan hasil yang menggembirakan. Dalam sebulan, Dia mampu mendapatkan puluhan tamu untuk menginap. Beberapa hari terakhir, Dia bahkan mengaku mampu mendapatkan 20 orang wisatawan asal Bandung untuk menginap.
Tak heran dalam sebulan, Suyatmi bisa mengantongi pendapatan hingga lebih dari Rp2 juta. “Hasilnya sangat-sangat lumayan. Bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karena dalam sebulan itu, minim saya bisa dapat Rp1 juta. Kalau sedang ramai bisa sampai Rp2 juta hingga Rp3 juta,” katanya kepada Cendananews, Selasa (30/4/2019).
Pesatnya perkembangan homestay tersebut membuat Suyatmi kini fokus untuk menekuni usaha barunya itu. Ia rela melepas pekerjaan part time MLM yang selama ini dijalankan demi memajukan usaha homestay-nya.

“Sekarang saya fokus untuk kembangkan homestay. Memang masih bekerja sambilan MLM, tapi sudah tidak seperti dulu. Karena bisa dibilang pendapatan dari homestay ini yang sekarang menjadi sumber penghasilan utama,” ujarnya.
Menurut Suyatmi, kunci keberhasilan usaha homestay miliknya itu memang tak lepas dari usahanya untuk terus berbenah dan berinovasi. Selain mempromosikan homestay miliknya lewat KUD Sahabat Mandiri Sejahtera Argomulyo, Dia juga aktif mempromosikan homestay-nya lewat media sosial seperti Instagram maupun Facebook.
“Saya juga selalu berusaha menambah fasilitas homestay sesuai masukan yang diberikan tamu. Misalnya menambah kipas angin, menyediakan dispenser agar tamu bisa bikin teh atau kopi sendiri, hingga sediakan kulkas, TV, meja makan. Ke depan saya juga sudah rencana mau tambah AC dan Wifi,” ungkapnya.