70 Persen Anggota Tabur Puja di Padang Memiliki Pinjaman Rp5 Juta

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, mencatat, kondisi perkembangan ekonomi masyarakat yang telah lama menjadi anggota koperasi melalui pinjaman lunak Tabur Puja, berkembang sangat baik.

Ketua KSU Derami Padang Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati mengatakan, hampir berjalan 5 tahun ini tanpa terasa telah membuat ekonomi masyarakat tumbuh dengan baik. Hal ini terlihat pada catatan pinjaman Tabur Puja yang ada di setiap Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) di Kota Padang.

“Jumlah pinjaman masyarakat kini sebagian besarnya berada di angka Rp5 juta,” sebutnya di Padang, Selasa (19/2/2019) .

Ia menyebutkan jumlah tersebut terbilang cukup bagus sebagai gambaran kondisi ekonomi masyarakat. Karena jumlah pinjaman yang telah mencapai tingkatan ke Rp5 juta itu, sudah digolongkan sebagai pinjaman yang besar. Sebab sasaran pinjaman lunak modal usaha di Tabur Puja ialah keluarga kurang mampu.

“Iya usaha masyarakat di Padang yang menjadi anggota koperasi tumbuh dengan baik. Saya ada melihat pada anggota Tabur Puja di salah satu Posdaya, dulunya itu hanya punya satu mesin jahit untuk bad cover, sekarang sudah punya beberapa unit mesin dan bahkan punya anggota. Artinya, pertumbuhannya sangat baik,” katanya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi masyarakat juga terihat di pasar-pasar. Ada terlihat salah satu anggota koperasi yang dulunya hanya mempunyai lapak dagangan yang menjual sayur-sayur. Namun seiring waktu berjalan, kini telah memiliki lapak yang besar, dan menjual berbagai komoditas lainnya.

Begitu juga terhadap kondisi warung kalontong, sebelumnya hanya menjual makanan ringan anak-anak dan kebutuhan lainnya. Seiring usaha yang terus dijalani oleh masyarakat itu, telah turut menjual gas elpiji, bensin enceran, dan juga jual pulsa. Hal ini menunjukan bahwa ekonomi masyarakat tumbuh dengan baik.

“Adanya ekonomi seperti ini, menunjukan peran Posdaya yang begitu aktif memperdulikan anggotanya. Karena ada beberapa pengurus Posdaya yang peduli memberikan solusi dan bahkan membina anggotanya, supaya bisa mengembangkan usaha yang dijalani,” ujarnya.

Menurutnya dalam menjalankan sebuah usaha, tidak bisa terlepas dari adanya saran dan masukan dari orang-orang terdekat. Hal ini lah yang dilakukan para Posdaya di setiap anggotanya datang ke Posdaya melakukan pembayaran kredit. Sehingga momen pembayaran tidak hanya sekedar setor uang, tapi juga ada menanyakan kondisi usaha yang dijalani.

Ayu menyebutkan dengan adanya sebagian besar pinjaman anggota yang mencapai Rp5 juta tersebut, bukanlah anggota yang baru bergabung yang langsung mengajukan pinjaman ke jumlah Rp5 juta. Melainkan anggota yang telah lama mendapatkan pinjaman modal usaha, mulai dari Rp2 juta, Rp3 juta, Rp4 juta, dan barulah ke jumlah Rp5 juta.

Sedangkan untuk 30 persen anggota lainnya rata-rata merupakan anggota baru dan anggota yang baru mencapai pinjaman di kisaran Rp2 – Rp3 juta. Mereka merupakan masyarakat yang tengah mulai membangun usahanya, dan tentunya KSU Derami akan terus mendorong mereka terus berkembang dengan baik. Apabila masyarakat memiliki ekonomi yang bagus, secara tidak langsung telah terwujud hal yang ingin dicapai oleh KSU Derami.

“Tentu kita sangat senang dengan geliat usaha dari masyarakat. Hal itu lah yang kami harapkan. Jadi dengan modal usahalah yang bisa KSU Derami bantu, tanpa agunan dan tanpa syarat yang rumit. Karena tujuan kita ialah membantu masyarakat yang kurang mampu, agar bisa menghasilkan uang untuk kebutuhan ekonomi keluarganya,” sebutnya.

Ke depan, KSU Derami akan terus berupaya membantu masyarakat lebih banyak lagi. Artinya dengan adanya sebagian besar anggota berada di pinjaman Rp5 juta, tidak tertutup kemungkinan Tabur Puja membantu masyarakat yang belum lagi mendapatkan pinjaman modal usaha.

“Asalkan mereka memiliki keinginan untuk menjalankan usaha, maka KSU Derami akan bantu,” tambahnya.

Akan tetapi, kata Ayu, ada catatan juga bahwa meskipun yang mengajukan pinjaman ialah kurang mampu. Tapi apabila memiliki catatan yang kurang baik, seperti ikut bermain julo-julo (arisan) yang banyak berutang, adanya pinjaman dana ke pihak lainnya, dan tidak bersikap jujur, maka terpaksa Tabur Puja tidak bisa menyetujui.

“Kita akan bantu bagi masyarakat yang jujur dan yang benar-benar ingin mengubah kondisi ekonomi keluarganya. Tapi jika tidak jujur, kita tidak bisa bantu. Sebab, buat apa membantu orang yang tidak jujur,” tegasnya.

Lihat juga...