Warga Gunung Kidul Kerja Keras, Bertahan di Musim Kemarau
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Musim kemarau selalu menjadi momok tersendiri bagi warga di kawasan pelosok kabupaten Gunung Kidul. Bahkan, kemarau panjang yang terjadi tahun ini memaksa sejumlah warga bekerja ekstra keras, di tengah sulitnya kondisi yang ada.
Tidak adanya sumber air bersih, serta minimnya hasil kebun hingga hilangnya hijauan pakan ternak, menjadi kenyataan yang harus mereka hadapi setiap tahun.
“Setiap musim kemarau, kita harus pontang-panting untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Apalagi, tahun ini kemarau begitu panjang. Sampai November saja masih belum hujan sekali pun,” ujar salah seorang warga Dusun Dawung, Girikarto, Panggang, Sumini.
Sumini mengaku harus bekerja membantu suaminya yang hanya seorang pencari udang di tepi pantai, dengan berjualan hasil kebun di pasar. Pekerjaan itu harus ia lakukan, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, seperti makan, membeli air bersih, membeli pakan ternak, hingga membayar uang sekolah ketiga anaknya.
