Serangan Harimau Gunung Lawu Resahkan Warga Tawangmangu

Editor: Koko Triarko

SOLO – Warga di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Dusun Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, dikagetkan dengan adanya serangan hewan buas terhadap ternak warga. Selama dua hari berturut-turut, delapan ekor kambing mati setelah diterkam dan digigit oleh hewan buas, yang diyakini Harimau Gunung Lawu.
Kejadian ini bermula pada Selasa (30/10) malam, sekitar pukul 24.00 WIB, salah satu warga Sendang, menemukan empat ekor kambing miliknya mati dengan sejumlah luka gigitan binatang buas.
Selain itu, warga yang diketahui bernama Karto Wagiyo itu juga mengaku kehilangan satu ekor kambingnya, yang diduga kuat dibawa lari oleh binatang buas tersebut.
Kejadian serupa juga dialami oleh Arjo Paimin, di malam setelahnya. Yakni pada Rabu (31/10) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Ia mendengar suara berisik yang berasal dari kandang hewan ternaknya.  Karena curiga, ia mengecek melalui pintu dapur.
“Setelah membuka pintu, melihat ada seekor macan (harimau) yang berada di dalam kandang kambing, dan tiga ekor kambing yang terluka dan sekarat. Tak lama kemudian, harimau itu langsung loncat dan pergi ke arah belakang rumah, dan masuk ke semak-semak,” ucap Camat Tawangmangu, Rusdianto yang menceritakan kejadian yang dialami salah satu warganya, Jumat (2/11/2018) siang.
Beruntung, lanjut Rusdianto, tiga  kambing yang sempat dilukai itu sempat disembelih, setelah mengetahui  harimau telah pergi dan memanggil tetangganya untuk disembelih.
Namun, setelah kejadian itu membuat sejumlah warga lain, terutama yang tinggal di lereng gunung Lawu dan berbatasan langsung dengan perkebunan dan hutan, menjadi was-was.
“Ada delapan ekor kambing total  yang mati diterkam harimau. Kondisi ini jelas membuat warga khawatir. Tapi, kita telah melakukan antisipasi dengan melakukan penjagaan,” urai dia.
Pascaadanya serangan hewan buas ke kandang ternak milik warga, Rusdianto mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya, dengan menggelar penjagaan dan patroli yang dilakukan oleh warga secara bersama-sama.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan kentongan sebagai alat komunikasi massa, sebagai tanda bahaya sekaligus untuk menghalau serangan harimau.
“Warga juga membuat bunyi-bunyian dari kaleng bekas yang ditaruh di sekitar kandang. Sesekali dibunyikan untuk menghalau harimau, agar tidak berani datang. Masyarakat juga kami imbau untuk membuat jebakan atau jaring dan lain sebagainya,” tandasnya.
Kamis malam kemarin, pihak Muspika Kecamatan Tawangmangu, telah melakukan giat patroli bersama untuk  pengamanan dari serangan hewan buas. Dibantu masyarakat setempat, pada malam ketiga tidak ada kejadian hewan ternak yang kembali diterkam oleh hewan buas.
“Kalau memang masih ada serangan harimau, kita sudah siapkan langkah-langkahnya. Salah satunya dengan menggandeng BKSDA. Kami yakin, untuk harimau yang menyerang ternak warga lebih dari satu ekor, dengan melihat banyaknya kambing yang jadi korban,” pungkasnya.
Lihat juga...