Ragam Satwa Dipamerkan di Candi Bentar TMII
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
JAKARTA — Ragam satwa hasil penangkaran menghiasi pelataran Candi Bentar Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Satwa-satwa tersebut dipamerkan dalam rangka memeriahkan HUT Hari Cipta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2018. Ragam satwa itu, di antaranya burung parkit, kakatua, rajawali, ikan, kura-kura, ayam, kelinci, ular dan lainnya.
Manager Unit Taman Burung dan Taman Reptil Indonesia serta Museum Komodo TMII, M. Piter Kombo mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan lembaga konservasi mengadakan pameran satwa dalam rangka memperingati HCPSN 2018.
“Kegiatan ini bentuk sosialisasi dan edukasi mengenai pelestarian satwa langka di Indonesia,” ujar Kombo kepada Cendana News ditemui di sela-sela acara.
Menurutnya, pameran ini mempertemukan berbagai elemen komunitas pencinta satwa langka untuk hadir ke TMII. Pada kegiatan ini, mereka akan mendapatkan informasi terkait satwa langka, terutama, kata Kombo, bagaimana pemeliharaan, pelestarian budidaya dan pengembangbiakan satwa tersebut.
Jadi menurutnya, kegiatan ini sebagai ajang edukasi untuk masyarakat bagaimana memelihara satwa dengan profesional dari mulai memberikan pakan, kesehatan dan menjaga kebersihan.
“Kami berkomitmen memberikan edukasi melalui kegiatan ini bagi komunitas pencinta hewan kesayangan. Harapannya mereka menjaga dan melestarikan satwa langka ini agar tidak punah,” ujarnya.
Jamaludin, anggota Asosiasi Penangkar Burung dan Unggas Indonesia menambahkan, pameran ini untuk memperkenalkan ragam satwa langka kepada masyarakat, salah satunya burung Parkit.
“Lewat pameran ini, bagaimana kami memperkenalkan kembali burung Parkit pada masyarakat. Ini jenis burung kicau yang bernilai ekonomis jika dipasarkan,” ujar Jamaludin kepada Cendana News.
Dia menjelaskan, penakaran burung parkit sangatlah mudah. Begitu juga dalam pemeliharaan, perawatan dan pemberian pakan.
Bahkan, jelas dia, burung parkit hasil penangkaran sangat pandai berkicau dengan suara merdunya. Sehingga tak heran banyak masyarakat yang membeli burung parkit kepadanya.
“Alhamdulillah dalam sebulan 20 ekor burung Parkit, terjual. Ya omzet bulanan Rp5 juta,” katanya.
Pada pameran satwa ini, dirinya membawa puluhan burung parkit untuk diperkenalkan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah pengunjung sangat antusias. Mereka tertarik dan ingin membeli. Tapi kan ajang ini hanya untuk pameran memperkenalkan, ya kalau mereka mau beli bisa ke tempat penangkaran di rumah saya, di Bekasi,” tukasnya.
Irfan Suhada, salah satu pengunjung mengaku tertarik dengan burung parkit karena bentuk mungil dan warna bulunya yang menarik.
“Parkit ini burungnya lucu. Ada juga kura-kura. Kalau saya sih peliharaan burung kakatua,” ujarnya.