Sarana Prasarana Perikanan di Sumba Timur Masih Tradisional

Nelayan, ilustrasi -Dok: CDN
KUPANG – Potensi perikanan tangkap di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini belum digarap optimal untuk peningkatan kesejahteraan rakyat daerah itu.
“Kondisi ini disebabkan sarana dan prasarana produksi perikanan, umumnya masih bersifat tradisional,” kata Bupati Sumba Timur, Gidion Mbiliyora, di Kupang, NTT, Rabu (19/9/2018).
Dia mengemukakan hal itu terkait optimalisasi sektor perikanan tangkap untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat daerah itu.
“Boleh dibilang, armada penangkapan ikan juga masih didominasi oleh nelayan tanpa perahu, atau melakukan penangkapan tanpa armada,” katanya.
Dia mengatakan, ada nelayan yang sudah memiliki armada bantuan pemerintah, seperti jukung atau sampan, tetapi daya jangkauannya hanya di sekitar daerah pantai.
“Para nelayan, tidak bisa mencari ikan di perairan luas, karena tidak didukung fasilitas yang memadai,” katanya.
Menurut dia, alat penangkapan ikan masih didomonasi jaring insang (5.113) unit. Disusul alat tangkap pancing 2.659 unit, di mana kemampuan tangkap kedua alat tangkap ini sangat rendah.
“Kondisi armada dan alat tangkap yang masih sederhana inilah yang menyababkan produksi perikanan di Kabupaten Sumba Timur baru mencapai 5.230,1 ton per tahun,” katanya.
Selain armada, juga minimnya informasi mengenai potensi perikanan yang berorientasi pasar, yang bisa mendorong nelayan untuk memproduksi ikan bernilai jual tinggi.
Mengenai upaya pemerintah, dia mengatakan, pemerintah akan terus membantu armada dan alat tangkap yang lebih baik, agar nelayan bisa menjangkau wilayah perairan yang lebih luas, dan hasil tangkapan bisa lebih memadai.
“Selain meningkatkan sumber daya manusia nelayan daerah itu,” kata Bupati dua periode ini.
Potensi perikanan tangkap wilayah itu terletak di antara selat Sumba, Laut Salu dan Samudra Hindia memiliki luas laut 2.763,05 km.
Perairan ini kaya akan keanekaragaman hayati laut, baik sumber daya ikan pelangis (berbagai jenis tuna, tongkol, cakalang) dan sumber daya ikan demersal (kerapu, hiu, serta berbagai jenis ikan karang).
Penyebaran ikan pelangis dan demersal hampir di seluruh perairan pantai, terutama di wilayah pantai utara dan pantai selatan. (Ant)
Lihat juga...