Stadion 29 November Sampit Perlu Direnovasi
SAMPIT – Stadion 29 November Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, perlu direnovasi. Hal itu dibutuhkan agar penampilanya lebih representatif, untuk kegiatan olahraga dan bisa menjadi salah satu ikon daerah.
“Banyak yang perlu dibenahi, mulai dari tanah yang kurang rata, rumput, tribun dan fasilitas pendukung. Sudah saatnya stadion ini direnovasi agar menjadi lebih baik,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kotawaringin Timur, Najmi Fuadi, Jumat (10/8/2018).
Stadion 29 November, terletak di Jalan Tjilik Riwut Sampit, merupakan stadion kebanggaan warga Kotawaringin Timur. Stadion itu memiliki satu tribun utama dan dua tribun pendukung. Minat masyarakat memanfaatkan stadion untuk kegiatan olah raga seperti sepak bola sangat tinggi. Masyarakat tetap menggunakan stadion meski kondisi tanah dan rumputnya sudah kurang bagus.
Tanah yang tidak rata bisa membahayakan pemain. Selain itu, beberapa fasilitas lain juga perlu pembenahan, agar pemain dan penonton lebih nyaman saat berada di stadion. Najmi menyebut, sudah tiga kali mengusulkan renovasi, bamun belum mendapatkan persetujuan. Keterbatasan anggaran menjadi alasan usulan tersebut belum diprioritaskan oleh pemerintah daerah. “Perlu minimal Rp5 miliar untuk menambah atap di sisi kiri dan kanan tribun. Selain itu, perlu pembenahan di sisi lainnya yang dirasa cukup mengganggu,” tutur Najmi.
Selama ini, selain untuk kegiatan olahraga, Stadion 29 November juga masih sering digunakan untuk kegiatan lain seperti upacara dan konser musik. Najmi berharap, pembangunan arena Sampit Expo, yang lokasinya berseberangan jalan dengan Stadion 29 November, bisa digunakan untuk berbagai kegiatan hiburan.
Selanjutnya, Stadion 29 November khusus digunakan untuk kegiatan olahraga. Itu akan memudahkan pemeliharaan stadion, agar bisa optimal untuk kegiatan olahraga, dan menjadi stadion kebanggaan masyarakat.
Muhammad, salah seorang warga menyebut, pemerintah diminta membenahi Stadion 29 November. Menurutnya, sudah seharusnya Kotawaringin Timur memiliki stadion megah, yang bisa menjadi kebanggaan daerah. “Yang ada saat ini belum ideal. Saya pernah jatuh saat bermain bola karena tanahnya tidak rata. Saat hujan, terjadi genangan sehingga cukup mengganggu,” pungkasnya. (Ant)